JANGAN LUPA KLIK VOTE.
Seminggu setelah kejadian penuh air mata, indira masih betah di kosan bahkan ia tidak bekerja sama sekali. Ingatan-ingatan yang sempat terlupakan kini tersusun rapi menjadi sebuah kenangan.
Sahabatnya elina terus menerus membujuknya untuk keluar dari kosan. Namun indira masih dengan pendiriannya yang ingin sendiri dulu.
Adit dan damar pun berulang kali datang, namun pintu tidak terbuka sama sekali. Bahkan untuk meyapa pun indira enggan melakukannya.
"Gini amat ya kisah cinta gue.. dulu berharap jodoh gue dimas dan akhirnya putus.. sekarang gue jatuh cinta sama mantan pacar sahabat gue sendiri dan ditolak mentah-mentah.. kapan sih gue bisa bahagia.." gumam indira sambil guling-guling di ranjang.
Perasaan indira saat ini memang sudah lebih baik namun ia masih betah bermalas-malasan dikosannya.
Elina juga sering datang ke kosannya dengan membawa makanan yang banyak.
Indira sempat merasa tidak enak dengan elina, namun elina selalu mengatakan.
"Galau itu berat.. lo harus banyak asupan biar galaunya kuat" ujar elina saat itu.
Mau tidak mau indira harus menerima apa pun yang di bawakan oleh elina.
***
Adit tengah bekerja awalnya ia ingin cuti saja namun ia tidak bisa karena mendadak ada dokter lain yang cuti duluan dan adit harus menggantikannya.
"Dokter.. bagaimanan keadaan anak saya? Apakah parah? Saya harus melakukan apa?" Tanya seorang ibu yang membawa putrinya yang berumur 12 tahun memeriksakan sakitnya.
Ibu itu tampak heran karena adit sama sekali tidak menjawab pertanyaan ibu itu. Ia malah sibuk termenung menatap layar komputernya.
"Dokter... dok?"panggil ibu itu.
Perawat yang sedang menyadari ada yang tidak beres dengan adit, lalu mendekat.
"Dok.. dokter adit..." panggil perawat sambil menepuk pundak adit.
"Eh.. maaf bu.. saya tadi tidak fokus.. maaf ibu anak ibu tidak apa-apa.. ia hanya kelelahan dan kekurangan gizi.. makanya tubuhnya lemah.. tolong di perhatikan gizinya karena remaja seumuran anak ibu harus banyak makan makanan yang bergizi.." ujar adit menjelaskan.
"Baik dokter.. anak saya memang susah sekali makan.. katanya ia tidak ingin gemuk.." jawab ibu itu.
"Diet tidak masalah tapi tidak dibenarkan juga jika tidak makan sama sekali.. saya resepkan obat untuk anak ibu.. ibu bisa mengambilnya di bagian apotik..." ujar adit sambil menulis beberapa obat yang harus di tebus.
"Terima kasih dokter.." ujar ibu itu lagi.
"Iya.. sama-sama ibu.. hati-hati dijalan.." ujar adit sambil tersenyum ramah.
Masalahnya dengan indira begitu menguras fikirannya, ia bekerja dengan sangat buruk karena fikirannya terus tertuju ke indira yang hingga saat ini tidak pernah mengangkat telfon darinya.
"Ra.. sampai kapan kamu seperti ini.. menghindariku terus menerus..apa yang kamu fikirkan semuanya tidak benar.. aku benar-benar mencintaimu bukan karena merasa bersalah sama sekali.." gumam adit di dalam hatinya.
Adit begitu frustasi dengan keadaan hubungannya dengan indira. Sungguh rumit dan tidak tau akhirnya akan seperti apa. Saat bersama elina dulu ia juga menjadi cowok brengsek dan kini ia juga jadi cowok brengsek yang menyakiti cinta tulusnya indira.
"Saya mau keluar sebentar.. jika ada pasien kamu bisa telfon saya.." ujar adit lalu ia berjalan keluar untuk menenangkan fikirannya.
"Baik dokter.." jawab perawat.
Adit berjalan menuju ke arah luar rumah sakit untuk menghirup udara agar fikirannya lebih tenang. Mendadak seseorang mendatanginya dan tiba-tiba memukulnya tepat di wajahnya.
Buggg!!!
Adit kaget dengan serangan mendadak yang ia terima. Bibirnya mengeluarkan darah segar akibat pukulan itu.
Adit lebih kagetnya lagi saat mengetahui siapa yang memukulnya.
"Pak damar.." gumam adit.
"Apa maksud bapak memukul saya seperti ini.." ujar adit lagi.
"Kamu pantas menerimanya.. karna kamu sudah menyakiti indira.." ujar damar.
Semua orang memerhatikan mereka berdua bahkan satpam rumah sakit pun datang untuk melerai jika sewaktu-waktu akan terjadi perkelahian.
"Ada apa ini dokter?" Tanya pak satpam.
"Tidak apa-apa pak.. bapak bisa pergi saja.. tidak akan terjadi apa-apa.." ujar adit menenangkan pak satpam agar tidak ikut campur dalam masalah mereka.
Adit sama sekali tidak ingin membalas pukulan yang telah di layangkan oleh damar. Karena apa yang di katakan damar memanglah benar ia pantas mendapatkan pukulan itu.
"Bisa kita bicarakan baik-baik pak damar.." ujar adit menenangkan damar.
"Baiklah.." jawab damar.
Akhirnya mereka pergi ke cafe yang berada dekat rumah sakit. Sebelum itu adit membersihkan darah yang ada di bibirnya.
***
Tuk!! Tuk!! Tuk!!
Elina terus mengetuk pintu kosannya indira.
"Raaaaa.. buka... raaaa.. bukaa.. ini gue elina.." teriak elina yang terus mengetuk pintu kamar kosan indira.
Kreeekk!!
Pintu di buka oleh indira, tampak keadaan indira yang yang sangat kusut seperti seseorang yang baru bangun tidur.
"Ada apa sih el.. lo ganggu hibernasi gue aja.." ujar indira sambil mengucek matanya.
"Stop jadi beruang dan lo harus jadi manusia untuk bisa denger berita yang bakalan gue sampein sekarang.." ujar elina bersemangat.
"Berita apaan sih!! Sampe lo harus buru-buru kesini kek tahu bulat di goreng dadakan."
"Persetan dengan tahu bulat.. astagfirullah.. maaf ya nak mama jadi ngomong kasar.." gumam elina sambil ngelus-ngelus perutnya.
Indira terkekeh geli melihat ibu hamil di depannya itu.
"Mending lo masuk dulu deh el.. kasian anak lo emaknya berdiri terus." Ujar indira.
"Kenapa gak ngomong dari tadi sih kan gue gak harus berdiri terus.." omel elina.
"Lahhhh... kan situ yang nyerocos terus di depan pintu.. yauda sekarang apa?lo mau ngomong berita apa?" ujar indira.
"Lo pasti kaget denger berita yang bakal gue sampein.. jadi gini, gue kan tadi jadwalan meriksa kandungan ke rumah sakit.. pas gue kelar tuh kan, gue mau jalan keluar, karna devan memang uda jemput gue.. trus gue gak sengaja ketemu mas adit, awalnya mau gue panggil kan.. trus gue kaget, mas adit di bogem sama orang.. dan lo tau siapa yang bogem?"
"Ya kagak tau lah.. gimana ceh!!"
"Hahahaha iya gue lupa.. sekarang gue kasih tau ya.. yang bogem mas adit itu pak damar ra.. gilak gak? Ada masalah apa coba pak damar sama mas adit.." ujar elina sambil terheran-heran sendiri.
Indira pun tidak kalah kaget mendengar berita yang di sampaikan oleh sahabatnya itu. Bagaimana bisa damar memukul adit, apa permasalahan yang di alami oleh keduanya.
"Ada apa dengan mas damar.. mas damar punya masalah sama mas adit? Bukannya mereka tidak saling mengenal? Ada apa ini sebenarnya.. kenapa sekarang muncul masalah baru lagi.." gumam indira di dalam hatinya.
Indira tidak mengerti sama sekali padahal semua itu terjadi karena dirinya. Niat hati Indira ingin menghubungi adit untuk menanyakan apa yang terjadi sebenarnya namun ia langsung berfikir ulang dan memutuskan memilih untuk menghubungi damar saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)