JANGAN LUPA KLIK VOTE.
Sudah hampir lima belas menit kedua pasangan itu memilih berbagai macam perlengkapan bayi. Sedangkan indira hanya duduk di bagian kasir menunggu dan berpura-puraemyibukkan diri.
"Maaf mbak.. sepatu ini ada warna lain gak ya?" Tanya wanita itu.
"Sepatu itu hanya tinggal satu mbak.." jawab indira, indira sedikit melirik ke arah adit yang ternyata juga menatapnya. Dengan cepat indira mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Mas.. sepatunya tinggal warna yang ini.. tapi aku maunya warna pink.." ujar wanita itu.
"Cari aja sepatu yang lain.. kan masih banyak model sepatu yang lain.." jawab adit tanpa beralih sedikitpun pandangannya dari indira.
"Yauda deh mas aku pilih yang ini aja gapapa warnanya bukan pink.." jawab wanita itu lagi.
Lalu mereka membawa semua barang-barang yang ingin mereka beli ke meja kasir. Indira mengecek satu persatu apakah barangnya ada yang cacat atau tidak lalu ia segera menjumlah semuanya.
"Total semuanya tujuh ratus lima puluh ribu mbak.." ujar indira.
Wanita itu membuka dompetnya dan memberikan kartu kredit kepada indira.
"Maaf mbak saya hanya menerima uang cash.." ujar indira.
"Mas ada uang cash gak? Aku gak bawa ini.." tanya wanita itu.
"Aku juga gak punya uang cash.. mending kamu tarik tunai di atm dulu.." jawab adit.
Karena harus segera membayar wanita itu langsung pergi untuk tarik tunai sedangkan adit menunggu di toko.
Karena hanya ada mereka berdua saja di toko indira dan adit menjadi canggung.
"Kamu apa kabar ra?" Tanya adit memecah kecanggungan.
"Baik mas.. kalau mas adit gimana?"
"Baik juga.. ini toko kamu ra?"
Tanya adit lagi sambil melihat-lihat ke seluruh toko.
"Iya mas.." jawab indira singkat.
Ingin rasanya ia menanyakan siapa wanita yang bersama dengan adit tapi mendadak wanita itu kembali.
Lalu indira bersikap seperti biasa saja dan seolah-olah tidak mengenali adit sama sekali. Ia takut jika ternyata wanita itu adalah istrinya mas adit, nantinya akan ada masalah.
"Ini mbak uangnya.." ujar wanita itu sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
"Terima kasih mbak.." jawab indira.
Dengan segera indira memasukkan berbagai macam peralatan bayi di dalam paper bag.
Setelah taransaksi selesai adit dan wanita itu pergi meninggalkan toko indira. Indira hanya bisa melihat mereka berdua berjalan menjauh dan lebih perihnya lagi wanita itu merangkul lengan adit.
"Brati bener kan yang lo lakuin tiga tahun yang lalu.. mas adit bener-bener bukan jodoh lo.." gumam indira.
Perlahan air mata menetes di pipi indira, meski sudah tiga tahun berlalu. Ia sama sekali tidak pernah melupakan adit, terkadang ia masih memikirkannya. Ia juga sering bertanya-tanya sedang apa ya mas adit?
Gimana kabarnya mas adit?
Setelah penolakan itu indira sama sekali tidak pernah saling berhubungan dengan adit bahkan melalui telfon sekali pun.
Terkadang saat rasa penasarannya memuncak ingin rasanya ia menanyakan soal adit kepada sahabatnya. Tapi gengsinya begitu besar sampai-sampai waktu berlalu dan kini ia melihat adit bersama wanita lain.
"Mas kenal sama pemilik baby shop tadi?"
Adit terdiam ternyata sasya melihatnya mengobrol dengan indira.
"Oh.. itu, aku cuma nanyain soal baju baby aja kok.." jawab adit berbohong.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)