JANGAN LUPA KLIK VOTE.
Setelah lama tertidur di dalam pelukannya adit, indira terbangun dan kaget dengan keadaannya yang memeluk adit. Awalnya adit tidak ingin tidur namun karena merasa hangat karena dipeluk indira adit pun juga tertidur lelap.
"Yaampun.. kenapa posisinya jadi begini.." gumam indira sambil menengadahkan kepalanya sambil melihat wajah adit yang sedang tertidur.
Indira terus menerus memandang wajah adit yang sangat teduh ketika terlelap.
"Mas adit memang sangat tampan pantas saja aku pernah menyukainya.. dia juga baik tapi seharusnya aku sadar aku tidak berharap lebih dan akhirnya malah menyakiti diriku sendiri.. terima kasih karena pernah membuat aku bahagia walau hanya sekedar teman mas.." gumam indira.
Setelah merasakan pusing yang sangat hebat, ingatan-ingatan yang terlupakan kini sudah tersusun rapi menjadi kenangan yang entah membahagiakan atau malah menyakitkan.
Namun indira tidak pernah menyesalinya sama sekali.
"Kamu uda bangun ra? Masih pusing gak? Kita kerumah sakit aja ya?" Ujar adit setelah terbangun dari tidurnya dan melihat indira sudah duduk manis di sampingnya.
"Gausah mas.. aku baik-baik aja kok.. anterin aku pulang ya mas.." pinta indira.
"Kamu mau pulang? Yauda yukk mas antar.. tapi beneran kamu gak apa-apa kan ra?" Tanya adit memastikan lagi keadaan indira.
"Aku gapapa mas.. tenang aja.." jawab indira.
Karena indira terus meyakinkan adit bahwa ia tidak apa-apa. Adit langsung mengantarkan indira pulang, sebelum itu ia juga pamit kepada bundanya.
"Kalian hati-hati dijalan ya sayang.. kapan-kapan kesini lagi.." ujar bunda.
"Iya bunda.. kami pulang dulu ya bunda.. assalammualaikum.." pamit indira sambil mencium tangan bunda.
"Waalaikumsalam.." jawab bunda.
Sepanjang perjalanan indira hanya terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun. Adit merasa heran namun ia berfikir mungkin karena kepala indira yang sebelumnya pusing membuatnya malas untuk berbicara apa pun.
Adit pun hanya diam tidak ingin mengganggu indira sama sekali.
Setelah sampai di kosan indira langsung keluar dari mobil.
"Terima kasih ya mas.. hati-hati dijalan.." ujar indira yang langsung berbalik dan masuk ke dalam kosan.
Padahal adit belum menjawab apa-apa indira malah langsung berjalan hendak masuk ke dalam kosan.
Adit keluar dari dalam mobil dan berlari menyusul indira, menarik tangannya agar menghadap padanya.
Indira kaget tangannya di tarik, mau tidak mau ia harus memandang wajah adit dengan mata yang memerah.
"Kamu kenapa ra? Ada yang sakit? Mas kan uda bilang kita harus ke dokter.. ayokk mas antar kerumah sakit.."ujar adit sambil menarik tangan indira.
Dengan cepat indira melepaskan tangannya dari genggaman adit.
"Gausah mas.. aku gapapa.." jawab indira.
Adit menekan keningnya dengan tangan karena frustasi dan kawatir dengan keadaan indira.
"Kamu kenapa ra?? Kenapa jadi aneh seperti ini.. sebelumnya kamu baik-baik aja.." ujar adit sambil menggenggam erat tangan indira.
"Harusnya aku yang nanya.. mas adit itu kenapa? Kenapa bersikap baik ke aku.. kenapa? Bukannya mas adit nolak perasaan aku? Jadi buat apa mas sebaik ini sama aku." Teriak indira.
Adit terdiam dengan pertanyaan yang di lontarkan indira. Adit menyimpulkan bahwa indira sudah mengingat kepingan-kepingan ingatan yang dilupakan oleh indira selama ini.
Adit menelan ludahnya kasar tidak tau apa yang harus ia lakukan di keadaan seperti ini. Dan melihat pipi indira sudah berlinang air mata membuatnya semakin merasa tidak berguna dan hanya terus menyakiti indira.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomansaMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)