BAB 4

2.5K 163 0
                                        

JANGAN LUPA KLIK VOTE.

Seperti biasa indira sedang bersih-bersih di restaurant, ia membersihkan semua meja di restaurant padahal pekerjaan itu bukan hanya dia yang mengerjakannya.
Namun entah ada angin apa indira dengan telaten membersihkan meja hingga meja bersih kinclong.

"si indira kenapa ceh kok aneh banget hari ini.. semua kerjaan di kerjain sama dia.. mana ngerjainnya sambil senyum-senyum sendiri lagi.." ujar dita yang juga karyawan restaurant.

"Iya yah kenapa tuh si indira.. kesambet setan bersih-bersih apa ya.. ckckckcck" jawab mita terkekeh.

"Kalian ini kayak gak pernah jatuh cinta aja.." celetuk bimo yang tiba-tiba nongol di rombongan tukang rumpi.

"Ahhh masa ceh bim si indira lagi jatuh cinta.. bukannya dia baru putus sama pacarnya.." ujar dita.

"Lo fikir abis putus gak bisa jatuh cinta lagi apa sama cowok lain? Jangan-jangan kalian masih belum bisa move on ya dari mantan kalian.." ujar bimo yang ngeledek mita dan dita.

"Hahaha sok tau lo bim.. uda ah gue mau lanjut beres-beres kasian indira beres-beres sendirian.." mita ngeles.

***

"Kalo gue ngajakin mas adit jalan-jalan kira-kira mau gak ya.." gumam indira sambil mengelap meja.

"Kalo gak di tanya gimana tau mau apa kagaknya kali raaa..ckckckc" ujar bimo terkekeh.

"Ahh elo bim ganggu gue aja.."

"Ada angin apa lo bersih-bersih sampe segininya.. kesambet setan kasmaran lo ya.."

"Yeeee enak aja lo bim ngaco omongan lo.." jawab indira yang tersipu malu.

"Uda ah gue mau kerja males ngobrol sama orang yang lagi jatuh cinta fikirannya pasti doi mulu.. hahaha"
Bimo langsung pergi meninggalkan indira yang sedari tadi masih senyum-senyum sendiri.

Kring kring!
Bunyi telfon ala jadul milik indira.

"Hallo el.. ada perlu apa lo nelfon gue pagi-pagi.." ujar indira.

"Raa gimana nanti sore kita double date??"

"Double date? Lo lagi ngejek gue el? Lo tau kan gue gak punya pacar." Indira kesal.

"Ihh denger dulu dong... lo kan bisa pergi sama mas adit.. biar sekalian pedekatean gitu.."

"Memangnya mas adit mau el.. lagi pula mas adit kan di rumah sakit.."

"Mas adit hari ini libur dia ra.. coba deh lo ajakin mas adit.."

"Okeee ntar ya gue coba telfon dulu.. yauda gue mau lanjut kerja dulu.. bye.."

Indira melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Di sela-sela pekerjaannya ia memikirkan ajakan elina tadi, namun rasanya ia tidak percaya diri untuk mengajak mas adit nonton bioskop bersama elina dan devan.
Namun ia ingat sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mencoba berjuang mendapatkan cintanya mas adit.

Mungkin ini lah jalan awalnya untuk terus bisa dekat dengan mas adit. Jam istirahat nanti ia akan mencoba untuk menghubungi mas adit.

"Hallo mas adit.. mas adit sibuk gak?" Tanya indira di telfon.

"Engga , ada apa ya ra?"

"Eeuuumm gini mas.. kemaren kan mas bilang mau traktir aku makan.. gimana kalo diganti jadi nonton bioskop aja? Mas mau?" Tanya indira harap-harap cemas.

"Boleh.. kapan memangnya?"

"Kalo sore hari ini bisa gak mas?"

"Oke.. kita ketemu di bioskop aja ya ra.."

"Oke mas.."

Setelah telfon tertutup indira tertawa girang sampai loncat-loncat karena terlalu happy setelah tidak mendapat penolakan dari mas adit.

Sepulang bekerja ia akan bersiap-siap dan berdandan cantik agar mas adit terpesona dengannya.

***

Indira tengah menunggu sendirian di luar bioskop, sesuai dengan permintaan mas adit untuk saling bertemu di bioskop.
Setelah menunggu beberapa saat mas adit datang.
Indira langsung melambai-lambaikan tangannya.

Berselang beberapa detik elina dan devan juga sampai disitu.
Mas adit langsung kaget saat melihat ada elina dan devan. Ia fikir hanya indira dan dirinya saja yang akan menonton bioskop.
Karena sebelumnya indira tidak mengatakan apa pun soal elina dan devan yang juga hadir.

Indira menyadari perubahan ekspresinya mas adit setelah kehadiran elina dan devan. Ia merasa mas adit masih belum bisa melupakan elina buktinya saat ia melihat elina dan devan ada rasa cemburu terpancar di wajahnya.

"Haii mas adit.. kita nonton bioskop bareng yaa hari ini.. uda lama juga aku gak ketemu mas adit.." ucap elina tersenyum.

"Iyaa uda lama kita ga ketemu ya elina.." jawab mas adit.

"Haii devan .. bagaimana kabarmu?" Ujar mas adit basa-basi.

"Alhamdulillah sehat mas.. mas bagaimana?"

"Alhamdulillah sehat juga.. cuma sibuk aja dirumah sakit.." jawab mas adit.

Karena film yang ingin mereka tonton akan segera tayang. Setelah membeli tiket dan makanan kecil mereka segera masuk ke dalam bioskop.

Indira terus menerus memandang ke arah mas adit yang sibuk menonton. Wajahnya terlihat tidak nyaman dan ia memaksakan dirinya.
Indira merasa tidak enak hati bahkan ia merasa sedih karena hal itu membuat ia jadi tau bahwa mas adit masih mencintai elina.

Namun indira tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan terus berusaha untuk mendapatkan perhatian mas adit dan ia akan mencoba membuat mas adit melupakan elina dengan cinta yang ia berikan dengan tulus.

Usaha tidak akan menghianati hasil, ia tidak boleh menyerah sebelum berperang.
Sebelum janur kuning melengkung ia masih punya kesempatan itu.

Setelah selesai menonton hari sudah malam, elina dan devan pamit untuk pulang tinggalah adit dan indira.

"Mas.. maaf ya ngerepotin.. tapi makasi untuk hari ini.." ujar indira malu-malu.

"Kenapa kamu gak bilang kita nonton bareng sama elina ra?" Tanya mas adit.

"Ehh iya mas.. aku lupa kasih tau pas di telfon habisnya..." sebelum indira menyelesaikan kalimatnya mas adit langsung mengatakan.

"Seharusnya kamu bilang dulu sama mas.." ujar mas adit memotong pembicaraan indira.

"Eumm.. maaf mas.. maaf.. ini kesalahan aku.. maaf.." ucap indira yang merasa menyesal karena sepertinya mas adit kecewa dengannya.

"Kalau begitu aku balik duluan ya mas..terima kasih untuk hari ini dan sekali lagi maaf.." pamit indira yang langsung berjalan pergi.

"Raaa.. tunggu biar mas anterin.." teriak mas adit.

Indira sudah berjalan jauh, karena ia tidak hanya berjalan tapi setengah berlari.
Tanpa sadar air matanya menetes terus menerus.
"Kenapa gue musti nangis ceh.. apa coba yang gue tangisin.." gumam indira sambil mengusap matanya.

Indira tengah menunggu taksi yang lewat, namun dari tadi ia menunggu tak ada satu taksi pun yang kosong.
Padahal ia harus pulang sebelum larut malam.

Namun tiba-tiba ada mobil berhenti tepat dimana indira berdiri. Lalu keluarlah mas adit dari dalam mobil.

"Loh.. mas adit kok..." gumam indira kaget.

Tanpa sepatah kata apa pun mas adit membuka pintu mobilnya agar indira masuk.
Indira yang kaget tidak langsung mengerti.

"Kamu mau sampe kapan nunggu taksi sendirian disini indira.. ayokk mas anter.." ujar mas adit.

CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang