JANGAN LUPA KLIK VOTE.
Indira sedang membuka tokonya tiba-tiba seseorang mengejutkannya dari belakang.
Baaaaaaa!!!
"Astaghfirullah.." teriak indira sambil elus-elus dada.
"Hehehe pagi indiraaaa.." ujar adit.
"Mas adit.. bikin aku kaget aja sih.. kalo aku pingsan gimana?" Indira mengomel.
"Kalo kamu pingsan biar mas yang kasi nafas buatan.." jawab adit.
"Memangnya aku tenggelam harus dikasi nafas buatan? Itu sih maunya mas doang aja.." ujar indira yang terus mengomel.
"Hahahaha kok kamu tau sih ra kalo itu maunya mas.." jawab adit sambil terkekeh.
"Dasar.. mas ngapain kesini pagi-pagi
. Kok gak kerja? Mas bolos kerja?" Tanya indira sambil terus membereskan barang-barang di tokonya, sedangkan adit terus mengikuti kemana pun indira pergi.
"Mas kerja kok.. tapi sebelum ke rumah sakit , mas pengen liat penyemangat mas dulu.." jawab adit.
Mendengar adit berkata seperti itu indira diam-diam menyunggingkan senyumnya.
"Memangnya penyemangat mas itu apa? Siapa? Dan dimana?" Tanya indira sok tidak tau apa-apa.
"Kamu ini ya bikin mas gemes.. penyemangat mas itu ya kamu.." ujar adit sambil mencubit gemas hidung indira.
"Masss sakitttt... hidungku jadi mancung gimana? Mas mau tanggung jawab?" Teriak indira.
Mendengar perkataan indira, adit langsung meledakkan tawanya. Bukankah bagus jika hidung indira yang pesek berubah menjadi mancung.
"Hidung kamu jadi mancung kenapa mas yang harus tanggung jawab?"
Tanya adit sambil mengerutkan keningnya.
"Emm ituu.. ya harus dong.. kan kalo hidung aku mancung aku jadi tambah cantik, trus banyak yang naksir.....trusss..."
Belum sempat indira menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba adit malah mendekatkan wajahnya ke wajah indira.
Sontak indira kaget sambil melotot ke arah adit, jarak mereka sangat dekat hingga hembusan nafas adit mengenai kulit wajah indira. Jantung indira langsung deg-degan tidak karuan, indira menelan ludahnya kasar. Ia berfikir adit akan mencuri ciuman pertamanya karena meski indira sudah beberapa kali menjalin hubungan dengan seorang pria. Indira sama sekali tidak pernah memberi kesempatan pria-pria itu untuk menciumnya.
"Satu langkah pria lain mendekatimu.. seribu langkah mas duluan yang akan mendekatimu.. jadi jangan pernah berharap pria lain akan mendekatimu indira.. mas tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi..mengerti?" ujar adit sambil terus menatap kedua mata indira di jarak yang sangat dekat.
Seperti sedang terhipnotis indira malah menganggukkan kepalanya yang itu artinya ia mematuhi keinginan adit yang tidak akan membiarkan dirinya di dekati oleh pria mana pun.
"Bagus.. mas berangkat kerja dulu ya.. doain mas bisa ngumpulin uang yang banyak.. oke.." ujar adit sambil mengelus lembut kepala indira.
Indira masih terpaku terdiam mentap adit yang sudah berjalan pergi menuju mobilnya. Adit melambai-lambai tangannya ke arah indira, indira pun membalasnya.
"Kenapa mas adit berubah banget sih, gak kaku kayak dulu lagi..tapi kenapa tadi gue kayak lagi kena hipnotis ya.." guman indira.
***
Adit melajukan mobilnya dengan senyum di wajahnya,hingga sesampai ia dirumah sakit pun senyum di bibirnya tidak pernah pudar sama sekali. Hingga karyawan rumah sakit pun memandang heran ke arah adit.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)