JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Indira kebingungan harus melakukan apa semua orang hanya berkerumun tanpa melakukan apa-apa. Namun tiba-tiba seseorang membelah kerumunan persis seperti pahlawan sedang berjalan mendekat.
"Mas... hiks..hiks... mas kok lama banget sih.. ini ibu ini mau melahirkan mas.. cepetan tolongin mas..." ujar Indira yang mulai menangis karena kebingungan. Mood Indira benar-benar aneh sebelumnya ia selalu marah-marah juga ngambek dan sekarang ia malah menangis.
"Tenang sayang yaa tenang ya.. kita bawa dulu ibunya ke ruangan yang memadai.. kamu tenang yaa.." ujar Adit yang mencoba menenangkan istrinya.
Adit langsung meminta beberapa orang pria untuk membantu menggendong ibu hamil itu menuju ruangan yang tertutup di bandara. Tidak mungkin ibu itu dibiarkan melahirkan di depan orang banyak.
"Mas tolong bantu saya gendong ibu ini ke ruang tunggu tertutup yaa.. dan tolong konfirmasikan ke pihak bandara saat ini ada kejadian urgent.." ujar Adit.
"Baik dokter.." jawab salah satu pengunjung bandara.
Beberapa pria menggendong ibu itu menuju ruang tunggu tertutup di bandara. Semua orang yang di dalamnya terlihat kaget namun tidak bisa melakukan apa-apa mereka langsung keluar setelah melihat ibu-ibu hamil yang di gendong.
Ibu itu di letakkan di sofa panjang, ia sudah menahan sakit karena bayinya sepertinya akan keluar. Indira menunggu di luar ruangan karena Adit sama sekali tidak mengizinkan Indira untuk menyaksikan prosesi lahiran itu. Karena memang Indira yang belum pernah melahirkan dan takut akan trauma maka lebih baik Indira diluar saja.
Saat Indira harap-harap cemas dengan keadaan ibu hamil itu tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Adit keluar sejenak untuk meminta Indira segera menelfon ambulan.
"Sayang kamu telfon ambulan sekarang yaa.. mas cuma bisa nolong sampe bayinya keluar.. " ujar Adit. Lalu ia kembali masuk ke dalam dan menutup pintunya.
Sesuai dengan perintah suaminya Indira langsung mencoba menelfon ambulan. Namun cara tercepat agar ambulan dikirim adalah menelfon anak pemilik rumah sakit.
"Hallo Syaa.. mbak boleh minta tolong?" Ujar Indira.
"Ada apa mbak? Kok suaranya panik begitu.. mbak mau minta tolong apa?" Jawab Sasya.
"Tolong kirim ambulan segera ke bandara ya.. please Ra cepetan dan gak pake lama.." ujar Indira.
"Ambulan? Buat apa mbak? Siapa yang sakit dan kenapa ke bandara" tanya Sasya yang mulai panik.
"Mas Adit melahirkan eh bukan mas Adit lagi nolongin ibu-ibu melahirkan.. cepetan ya Ra kirim ambulan secepatnya.." jawab Indira.
"Ohh.. iya mbak.. oke.. oke.. aku langsung telfon papa ya.." ujar Sasya.
Indira menggenggap tangannya kuat karena gugup dengan keadaan ibu hamil itu. Apalagi saat ini ibu itu tidak didampingi oleh suaminya. Terdengar pesawat menuju ke Bali akan lepas landas. Namun bukan itu yang difikirkan oleh Indira saat ini keselamatan ibu dan bayi itu yang terpenting dari pada bulan madunya.
Ambulan sudah sampai di bandara dengan cepat dan dokter kandungan juga ikut bersama dengan ambulan. Mereka segera masuk ke dalam ruangan dengan peralatan-peralatan untuk persalinan.
Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya Adit keluar dari ruangan. Dengan keringat di keningnya dan pakaiannya juga basah.
"Mas gimana mas..?" Tanya Indira.
"Alhamdulillah bayinya sudah lahir dengan selamat.."jawab Adit.
Indira sumringah mendengarnya ia langsung masuk ke dalam ruangan dan melihat ibu dan bayinya dalam keadaan sehat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)