JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.
Adit masih harap-harap cemas saat Indira masih dalam perawatan. Cukup lama dan sangat lama. Meski Adit adalah seorang dokter tidak serta merta bisa ikut campur dalam bidang yang bukan ia tangani. Jadi saat ini Adit hanya bisa menunggu bagaimana hasil dari dokter yang menangani Indira langsung.
"Dokter Adit.." ujar dokter.
"Bagaimana keadaan kekasih saya?" Tanya Adit kawatir.
"Bisa kita bicara sebentar?" Ujar Dokter.
Adit mengikuti dokter menuju keruangannya untuk mengetahui pasti bagaimana keadaan Indira.
"Maaf dokter Adit, mbak Indira saat ini mengalami efek dari cidera otak yang telah ia alami dulu.." ujar Dokter.
"Jadi maksud dokter cidera yang dulu belum sembuh sepenuhnya??" Tanya Adit panik.
"Apakah mbak Indira selama ini sering mengalami Pusing hebat bahkan sering pingsan dan mual-mual?" Tanya dokter.
"Saya tidak tahu pasti akan hal itu dokter.. namun selama yang saya tahu Indira selama ini baik-baik saja dok.." ujar Adit.
"Bisa saja mbak Indira menutupi semuanya dari dokter Adit agar dokter Adit tidak kawatir." Ujar dokter lagi.
Adit merasa bersalah karena tidak tau apa-apa soal keadaan Indira. Apakah benar yang di katakan dokter bahwa selama ini Indira menutupi keadaanya yang sebenarnya.
Adit keluar dari ruangan dengan ekspresi kalut karena merasa bersalah dengan Indira. Kesibukannya dirumah sakit membuat ia tidak bisa selalu memperhatikan keadaan Indira. Karena saat mereka bertemu Indira terlihat baik-baik saja.
"Mas.. Indira kenapa mas?" Tanya Elina yang sudah datang kerumah sakit.
"Indira mendadak pingsan, lalu dokter mengatakan efek dari cidera otak saat Indira kecelakaan dulu masih Indira rasakan sampai saat ini.. mas gak berguna El.. mas gak ngerti apa-apa soal Indira.. karena kesibukan mas dirumah sakit Indira jadi enggan mengatakan sejujurnya bagaimana keadaannya selama ini.." jawab adit sambil meneteskan air matanya karena begitu merasa bersalah.
"Indira juga gak bilang apa-apa sama aku mas.. selama ini aku tau dia baik-baik aja.. pasti dia gak mau bikin kita kawatir.. mas Adit gak salah kok.. yang terpenting saat ini kita sudah tau bagaimana keadaan Indira yang sebenarnya.." ujar Elina menenangkan Adit.
Indira sudah dibawa keruang perawatan, Adit dan Elina segera pergi menemui Indira di ruangannya. Terlihat Indira masih tertidur lelap, perlahan Adit mendekat ke arah Indira. Mengusap kepalanya lembut dan mengusap pipinya.
"Kenapa kamu gak bilang apa-apa sama mas Ra kalau kamu tidak baik-baik saja.. apa gunanya kamu memiliki mas yang seorang dokter ini.. apa bagimu mas ini gak berguna??" Ujar Adit sambil terus meneteskan air matanya sambil menggenggam erat tangan Indira.
Elina yang melihat pun merasa iba ia memilih untuk keluar saja agar Adit bisa leluasa bersama Indira.
"Siapa bilang mas gak berguna.." ujar Indira yang ternyata sudah bangun.
"Kamu sudah bangun Ra?? Ada yang sakit? Perlu mas panggilin dokter?" Ujar Adit panik.
"Buat apa sih mas manggil dokter.. bukannya kekasih aku juga seorang dokter??" Ujar Indira tersenyum.
"Jangan bikin mas kawatir dong Ra.. kamu uda gapapa kan? Gak ada yang sakit kan?? Bilang dong sama mas.." ujar Adit yang masih terlihat panik.
Mendadak Indira bangun dari tidurnya, melihat itu Adit langsung membantu Indira duduk bersandar di ranjangnya tidak lupa Adit menaikkan sedikit ranjang bagian atas kepala Indira agar lebih nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]
RomanceMencintai pria yang masih mencintai wanita lain sungguh sangat menyakitkan. Tidak pernah di sangka oleh Indira ia akan jatuh hati dengan Adit yang hatinya masih menyimpan perasaan kepada mantan kekasihnya. Penasaran? Silahkan di baca.. Maaf jika ba...
![CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]](https://img.wattpad.com/cover/268755534-64-k773782.jpg)