BAB 31

1.8K 119 3
                                        

JANGAN LUPA KLIK VOTENYA.

Indira sedang duduk sambil disuapi makan oleh Adit. Setiap hari Adit selalu menyempatkan diri untuk mendatangi ruangan Indira di sela-sela pekerjaannya sebagai dokter. Sangking seringnya datang keruangan Indira, perawat yang seharusnya selalu mengecek Indira jadi nganggur. Karena Adit yang selalu mengganti botol infus jika sudah habis.

"Eheeemmm... eheeemm.." Elina berdehem.

Namun dua sejoli itu sama sekali tidak menggubris Elina yang baru datang dengan membawa barang-barang Indira. Mereka masih sibuk saling suap-suapan seolah-olah rumah sakit itu hanyalah milik mereka berdua dan yang lain hanya numpang.

"Sial!! Gue di kacangin.." gumam Elina kesal.
"Devan lama banget sih.. gak tau apa biniknya di kacangin begini.." gumam Elina lagi.

Elina barulah merasakan apa yang di rasakan oleh Indira saat itu. Saat dimana ia dan Devan masih dalam hubungan pacaran. Bahkan kosan Indira malah menjadi tempat untuk mereka berpacaran.

Sedangkan Indira hanya menjadi obat nyamuk yang kerjanya menghalaw nyamuk agar yang sedang pacaran tidak terganggu. Tidak hanya menjadi obat nyamuk Indira bahkan menjadi koki dadakan untuk selalu membuatkan nasi goreng kesukaannya Elina.

"Jadi ini yang di rasakan Indira dulu.. gue jadi merasa bersalah, sorry ya Ra.. tapi gue bersyukur sekarang lo udah gak sendiri lagi.. ada mas Adit yang begitu tulus sayang sama lo.. gue harap lo bahagia selamanya Ra.." gumam Elina sambil memandang kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara.

Setelah itu Elina langsung berberes, membawa barang-barang Indira yang di bawanya ke lemari yang sudah tersedia. Elina menyusun barang-barang yang dibutuhkan oleh Indira. Beruntungnya saat Indira sakit ia masih berada di dekat Indira, jika tidak ia mungkin akan sangat merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Indira.

"Mas gapapa kesini terus?? Nanti di marahin sama papanya Sasya loh.." ujar Indira kawatir.

"Gapapa sayang.. mas uda izin kok sama pak Bryan..  selama kamu disini mas akan sering ngejenguk kamu.." jawab Adit.

"Tapi pasien-pasien mas gimana?? Mereka kan juga butuh mas lohh."ujar Indira lagi.

"Tenang Indira sayaannggg.. sebagian pasien mas di alihkan ke dokter lain.." jawab Adit sambil menangkup kedua pipi Indira gemas sampai bibirnya Indira monyong ke depan.

"Ke dokter lain? Memangnya dokter itu mau mas ngambil alih pasien mas?" Tanya Indira lagi.

"Ya mau dong sayang.. kan mas yang perintah.. kamu lupa kalau mas itu wakil direktur dirumah sakit ini?" Ujar Adit.

"Kalian lupa kalau aku ada disini?" Ujar Elina yang tengah duduk santai di sofa.

"Ehh elo baru nyampe El?" Ujar Indira yang pura-pura bego.

"Hahahahahaha sumpah ya ngakak gue.. macem roh halus aja gue ya.. yang  datang gak diundang yang pergi ga di antar.." ujar Elina kesal.

"Jelangkung dong.." ujar Adit santai.

Elina sontak melotot melihat ke arah Adit karena di kata jelangkung. Indira yang paham akan situasi pun langsung ingin mencairkan suasana.

"Ehh iya Devan mana El? Banyu juga.." tany Indira.

"Devan lagi beli cemilan dulu tadi, gue langsung kesini.. tunggu ya mas Adit nanti Aku aduin ke Devan.." ujar Elina menyatakan perang dengan Adit.

"Waaahhh waahhh ada yang tukang ngadu ini.." ujar Adit.

"Awwwww..." teriak Adit yang dilempar bantal oleh Elina.

"Hahahahaha mampusssss.." ujar Elina mengejek.

CINTA UNTUK MAS DOKTER [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang