Senin biasanya menjadi hari paling sakral, menjadi rajanya hari untuk jiwa-jiwa pekerja keras. Merajut kembali semangat setelah minggu bersantai, menyiapkan tenaga sebanyak mungkin karena senin adalah permulaan pekan untuk melakukan segudang aktifitas.
Tapi seringnya senin itu menjadi hari yang paling membuat orang kesel, dan aku salah satunya. Ha ha.. Penginnya semua hari adalah hari minggu. Astagfirullah...
Padahal sebagian besar kesalnya karena dibuat sendiri. Mari sudahi sugesti yang membebani itu, semua hari itu beban kalau emang dari pikiran kita sendiri sudah penuh beban, sebaliknya, semua hari itu menyenangkan jika memang pikiran kita sudah dipenuhi energi positif.
Aku punya satu tips agar hari senin kita terasa menyenangkan..
Pernah baca suatu keterangan tentang istimewanya hari senin dan kamis? Konon katanya, pintu surga itu dibuka pada hari Senin dan Kamis, di kedua hari itu juga amalan kita akan diangkat dan dilaporkan ke Allah, terus di hari Senin juga dilahirkan seorang yang sempurna, teladan umat manusia —Nabi Muhammad. Betapa mulianya hari senin.
Terus aku mikir, kalau terus-terusan kesel sama hari senin, takutnya laporan amalku merah semua. Naudzubillah..
So, Mari kita cintai hari Senin! Kalau ada kerjaan atau tugas banyak, senyumin aja! Tapi habis itu dikerjakan, biar selesai. Sambil membayangkan buku amalan kita penuh dengan laporan positif.
Bayangin aja, kalau buku amal tulisannya, 'Embun hari senin ini semangat mandi pagi, Embun hari senin ini berangkat pagi walau macet tapi tetap senyum, Embun senin ini tetap senyum walaupun tugas udah menggunung,,, Embun senin ini enggak marah walaupun kerjaannya di reject semua sama bos...
Ha ha ha.. Indahnya menghalu!
Yah seperti itulah sedikit tips dari Embun. Mari kita semangat!
Seperti yang aku bilang tadi, harus mensugesti diri sendiri bahwa Senin ataupun hari lainnya itu menyenangkan. Tapi alhamdulillah, senin ku ini beneran menyenangkan karena aku masih libur.
Karena tidak biasa aku libur di hari Senin, jadinya aku sendirian di rumah, Papa sudah jelas ke rumah sakit, mama sudah berangkat ke butik usahanya, mamaku itu pintar membuat pola baju dan menjahit. Akhirnya aku putuskan untuk mencari teman yang hari ini kerjanya rebahan, alhamdulillah dapat satu teman satu angkatan kuliah. Namanya Ida.
Aku menemani dia membeli kain untuk usaha hijabnya, habis itu kita makan, dan setelahnya tiba-tiba saja temanku punya keinginan random, main ke kampus.
Dan di sinilah kami berdua sekarang, nostalgia di kampus. Setelah sholat dzuhur, kami berdua keliling kampus, menyapa dosen atau adik tingkat yang kebetulan masih ingat dengan wajah-wajah yang mulai dewasa ini.
Hingga akhirnya perjalanan berhenti di aula yang berada di perbatasan dua fakultas di kampus ini.
"Lagi ada acara kampus, Dek?" tanyaku pada salah seorang mahasiswi yang hendak masuk ke aula.
"Agenda rutin aja kok, Kak! Kayak kuliah umum gitu, siapa aja boleh ikut. Program dari BEM." terangnya kemudian pamit untuk masuk.
Sebenarnya aku pilih menepi ke kantin untuk mengobati tenggorokan yang kering, tapi Ida menyeret aku untuk ikut masuk aula, alibinya mendengarkan kuliah umum tapi aku tebak karena di dalam ada seseorang yang menarik hatinya. Dan benar tebakanku, di dalam ada salah satu dosen idolanya sejak dulu.
Waktu aku dan Ida masuk, suasana langsung sepi yang membuat aku ingin menghilang saja, Ida salah milih pintu masuk yang ternyata adalah bagian depan, dan bayangkan saja, kita masuk dari arah depan tapi duduknya di bagian paling belakang. Sungguh sangat estetik! Untung saja hanya berlangsung beberapa detik dan aula kembali ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
10. Saktah
Romantika"Belajar apa hari ini Gus, dengan anak-anak?" "Tajwid. Anak-anak belajar Bacaan istimewa dalam al quran, bacaan gharib." "Kenapa membaca al quran harus dengan tajwid, Gus?" "Perintah Allah. Agar kita menjaga kemurnian Al quran, melafadzkan sesuai h...
