8. Pertengkaran

562 68 0
                                        

Beberapa bulan kemudian...

Waktu cepat berlalu. Seperti ada, tapi tidak diperhatikan. Mengabaikan waktu, yang nyatanya sesuatu yang sangat dibutuhkan

Sungchan memulai hari harinya seperti biasa. Penuh caci maki siswa siswi Greenlight High yang menggunjingnya, juga gangguan kecil dari Haechan maupun yang 'lain' yang kerap kali membuatnya kesal

"kak! Perasaan ngelamun mulu. Kenapa sih?" sungut Jisung yang saat itu menemani Sungchan belajar

"ga papa. Capek aja kok"

"istirahat gih. Malam ini aku tidur sini"

"kenapa?" Sungchan menaikkan satu alisnya

"males ke kamar. Bulan purnama, kan?"

Sungchan membelalak
"masa iya?!"

Sial

Malam ini Sungchan harus siap mental untuk menghadapi 'mereka'. Bukan tanpa alasan, karena Sungchan hafal apa saja yang sudah ia alami selama hampir 10 tahun ini

Tepat sebulan setelah kepergian Jaemin. Hampir setiap malam bulan purnama juga Suho selalu menemani Sungchan. Tapi tidak setelah ia masuk ke tingkat akhir sekolah menengah pertama

"bunda gimana?"

Lagi lagi Sungchan membeo. Adik nya ini selalu dilarang untuk berdekatan lebih dengannya. Tapi Jisung tetaplah Jisung, dia akan marah bahkan sampai mogok makan jika tidak skinship dengan kakaknya itu

"bunda udah tidur"

"mau disini apa dibawah pake kasur?" tawar Sungchan. Mengingat tubuh mereka yang kelewat panjang

"atas aja. Males beres beres"

"iya"

Keduanya larut dalam keheningan. Jisung sudah masuk dalam alam mimpinya, mengabaikan Sungchan yang ternyata masih bermain main dengan pikirannya

"11.30" gumamnya

Sebentar lagi, dan 'mereka' mengganggu Sungchan tepat tengah malam. Entah ini hanya terjadi padanya atau pada yang lainnya juga

Dug dug dug

"pergi"

Baik. Itu hanya khayalan. Diam dan tidur saja Jung. Pikirnya

Bugh

"kau yang pergi"

"tidak akan!"

"jangan dekati dia!

"diam!"

"pergi dari sini!"

"tidak sebelum aku komunikasi dengannya!"

"pergi sebelum aku marah!"

"TIDAK!"

Suara geraman lirih mulai membesar seiring Sungchan berusaha menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut

Ia tau kalau Jaemin selalu begini saat bulan purnama. Tapi ia heran, siapa yang begitu keras menentang kakaknya itu?

Ia memutuskan mengintip dari celah selimut. Menyaksikan dua 'makhluk' satu alam yang sama sama tidak menapakkan kakinya di lantai. Jangan lupakan pakaian compang camping penuh darah melekat di tubuhnya

"pergi"

Prangg

Satu pajangan seng itu terlempar dengan sendirinya saat sosok di depan Jaemin menggeram marah

Indigo BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang