37. Perdebatan 2 keluarga

365 56 7
                                        

Tak ada yang tak sedih setelah mengunjungi proses pemakaman sosok yang disayang. Sungchan salah satunya

Raganya seperti ditarik keluar karena sedetik sebelum ia masuk ke ruangan itu, Jungwoo tiada. Hatinya sakit. Apalagi ini kehilangannya yang ke dua kali

Baru selangkah ia memasuki pintu rumah, pemandangan tak mengenakkan ia dapati dari sosok bunda dan ayahnya yang bertengkar hebat

"Dimana kuncinya?!"

"Kunci apa, Ho? Kamu nyari kunci mana?"

"Kunci kamar itu. Kamu yang simpen, Yoon"

"Aku satuin sama kunci biasa"

Suho mencari kunci yang mungkin ia anggap hilang tadi. Membuka kenop pintu dan masuk ke dalamnya

"YOONA! Siapa yang masuk selain kita?"

Meski terdengar berbisik tapi Sungchan dengan dengan jelas. Semuanya

"Sungchan?" Gumam Yoona

Tak lama Suho mendelik tajam ke arah Yoona
"Kamu tinggalin kunci ini waktu kita jemput mama?"

"Kenapa nggak? Itu kunci rumah"

Suho frustasi
"Ya Tuhan, Yoona! Berapa kali aku harus bilang supaya ga ada yang tahu ini kamar ini selain kita?!"

Yoona balas menatap Suho dengan tatapan mematikan khasnya
"Kenapa? Kamu mau terus terusan sembunyikan ini dari anak anak?"

Perdebatan kian sengit namun intonasi suaranya melemah. Sungchan mendekat, disusul Jisung yang ingin ke dapur namun dicegat Sungchan

"Ssttt..."

"Lah, kenapa debat?"

Dua oknum tadi masih asik bersitegang

"Yoon, aku bakal hilang sebenarnya. Tapi ga sekarang. Aku curiga kalo kamu sengaja tinggalin kunci ini biar ada yang tahu selain kita"

Yoona mendongak
"Salah? Salah kalo aku usaha biar mereka tahu sedikit sedikit? Pikiran kamu dangkal, Ho. Anak anak juga harus tau keluarganya"

Suho menjambak rambutnya
"Kalo gini caranya kamu yang pikirannya dangkal. Kamu baru baikan sama Sungchan, tapi kami malah mau bikin jarak lagi sama dia. Kamu tulus ga sih baikan sama dia?"

"Ga usah bawa bawa Sungchan. Sekarang, apa?"

"Plis, kamu lupa kalo Sungchan punya kelebihan dari Jaemin? Dia bisa aja liat masa lalu dengan pegang atau cuma masuk ke dalam aja, Yoona. Kalo dia tahu gimana?"

Yoona terdiam

"Kalo dia tahu pasti dia bakal keluar dari rumah dan benci kita. Kamu ga mau kan?"

Tak lama air mata Yoona menetes
"Terus apa? Aku juga mau hidup bareng anak aku lagi, Ho. Sama kembaran Jisung yang asli. Dan  Sungchan juga butuh sama orangtuanya. Kita emang orang yang rawat dia sejak bayi sama Jisung, tapi kamu harus inget kalo dia bukan anak kita. Dia-"

"Jadi aku bukan anak kalian?"

Tak hanya Sungchan, tapi Jisung, Yoona, dan Suho terkejut karena alasan tersendiri

Suho gelagapan ingin memegang bahu sang anak sebelum si empu melangkah mundur

"Apa ini alasan bunda benci aku?"

Yoona menggeleng kuat, tak mampu berbicara

"Apa ini alasan aku yang selaku bunda bandingin sama Jisung dulu? Jawab aku, bunda. Jangan diem aja!"

"Nak, kamu dengerin-"

"Ga perlu. Semuanya jelas. Aku bukan anak kalian, dan kalian bukan orang tua kandung ku. Dan itu alasan kuat kenapa aku dibenci, walaupun aku ga ngelakuin kesalahan. Kecuali saat aku alasan kak Jaem meninggal, itu pantes aku dapetin. Selebihnya-"

Indigo BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang