47. To Home

514 41 6
                                    

Sungchan berjalan pelan. Nara dan Jeno yang setia merangkul lengannya ia biarkan. Badannya masih lemas untuk sekedar berjalan. Efek komanya ternyata masih sangat terasa. Jika begini, ia berpikir bagaimana kehidupan astronot yang tidak bisa berjalan di luar angkas sana

"Ngelamun! Mikir apaan Lo?" Tanya Nara yang menghadap langsung ke bahunya

"Pendek Lo. Lagi mikir gimana astronot jalan di bulan aja"

"Lu nya kelebihan kambium! Makanya bongsor kaya gini. Kak Jeno aja kalah" sembur Nara membuat Irene, Yoona, dan Suho di belakangnya menahan tawa

"Tapi kamu emamg pendek, Ra" sahut Suho

"Anak ayah siapa sih?!" Sentak Nara

"Ya lagian Lo random amat mikir astronot jalan di bulan. Ngapain?" Tanya Jeno

"Ya enggak. Gw yang sebulan koma aja masih lemes, gimana yang sampe setengah tahun ngambang coba"

Nara mencubit lengan Sungchan
"Lo bikin pikiran gw Travelling tentang BAB nya astronot, Chan"

Ucapan lebih random Nara membuat yang lainnya tergelak

"Udah udah. Jalannya cepetan. Katanya Jeno mau bilang sesuatu" Irene menengahi

"Kasian Jisung sama Yohan bagian beres beres tadi"-Yoona

.

Rumah minimalis bercat krem itu nampak dipandangan Sungchan. Terakhir ia kesini ia mendapatkan satu fakta mengejutkan tentang hidupnya

"Masuk" ajak Irene

Ruang tamu tapi. Seperti disewakan cleaning service

"SUNGCHAN!"

Grep

Grep

Sungchan diambil alih si kembar dengan pelukan erat dibadannya

"Ya Tuhan, Abang Abang! Sungchan mencret gimana ntar?!" Pekik Nara

Bukan apa apa. Sungchan seperti kerangka bernyawa saking kurusnya

"Maafin gw" ucap Yohan

"Apa sih, ga papa. Ini kalian yang beresin?"

Jisung mengangguk
"Dibantuin kang sapu online tadi"

Plak

"Namanya bukan lu doang!" Nara mendorong lengan Jisung

"Ni anak kenapa tenaganya makin gede si?!" Gumam Yohan

"Ni ank ni anak! Gw Adek lu ya!'

Baik, biarkan Nara tenang

"Duduk dulu. Ada barang yang mau diambil"

Sungchan duduk di tengah sofa menghadap TV LED besar depannya

Jeno datang dengan papan putih yang kakinya beroda. Lalu sebuah meja, dan dua buah boneka besar

"Buat apaan? Itu boneka aku mau diapain?" Tanya Nara

Jeno meletakkan jari telunjuknya didepan bibir
"Diem deh kamu"

Sungchan merasakan aura dingin disekitarnya
"Bang, ini-"

"Iya, Jaemin sama Nakhyung mau kesini"

Tak ada yang tak terkejut. Apalagi ketiga orangtua disana

"Nakhyung? Jaemin? Kamu beneran, Jeno?"-Yoona

"Iya, Tante. Kalian jangan kaget ya gimana bentuk mereka nanti. Mereka udah ga bisa berpenampilan rapi lagi"

Indigo BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang