29. Kembali

364 54 0
                                        

Sungchan menatap nanar Jungwoo yang tertidur pulas

Kata katanya cukup membuat jantung Sungchan berdetak cepat

"Disana. Dibelakang pintu. Jaemin ngajak aku main. Aku tidur dulu ya. Ga usah khawatir. Aku belum mau kalo pergi sekarang. Soalnya kamu juga belum menang tanding futsal"

Agak creepy. Tapi Jungwoo benar. Hampir 1 jam ia dan Nara menunggu Jungwoo, hasilnya? Ia tidur. Tidur dalam artian sebenarnya. Sungchan terlalu naif untuk tidak mempercayai ucapan Jungwoo

"Pulang"

Tanpa menunggu apapun ia melangkahkan kakinya menuju parkiran rumah sakit meninggalkan Nara yang berlari kecil

Srett

Bahunya diputar Nara, kini ia menghadap ke arah berlawanan dengan tujuannya tadi

"Gw ga mau mati di anterin pulang sama Lo yang kaya gini. Ikut gw!"

Nara menarik tangan Sungchan ke salah satu sudut rumah sakit. Kantin

"Ck, malem. Pulang aja"

"Diem. Gw ga lama. Mau cari minum dulu"

Sungchan pasrah. Nara terlalu keras kepala untuk dilawan. Ia memutuskan duduk di salah satu kursi pengunjung yang menghadap langsung ke arah jalan raya

Tangan kanannya menyusup ke saku hoodie hitamnya. Mengeluarkan kotak kecil, memori dari Jungwoo yang sempat ia kantongi tadi

Ia menekan salah satu tombol acak. Dan satu lagu keluar

You're to the fool no
You're to beautiful one
You're like the sun
Cause this one river flows in you

Suara indah penyanyi wanita itu membuat mood Sungchan semakin memburuk

Jungwoo bohong. Bohong sepenuhnya. Dan Sungchan kecewa. Bagaimana bisa lagi itu mengembalikan moodnya yang hilang?

"Chan, lo mau yang-"

Tanpa menjawab pertanyaan Nara, Sungchan berlari kencang menuju jalan raya dengan lampu mobil yang menyorot terang kearah seseorang

Tangan kanannya sibuk kembali mengantongi memori dari Jungwoo dan kakinya melangkah secepat kilat ke arah jalan raya itu. Ia tidak semudah itu merusak barang pemberian orang lain. Apalagi itu dari Jungwoo

"AWAS, KAK!"

Brugh

Tubuh berisi Haechan ditarik kuat Sungchan ke trotar jalan. Kepalanya membentur trotoar, beruntung mereka masih bisa menghindari kecelakaan itu

"CHAN, LO- KAK HAECHAN?! B-bawa ke dalem, Chan!"

Sungchan merogoh saku celana Haechan. Memberikan ponselnya pada Nara
"Telpon, siapapun!"

Dengan langkah terhuyung ia membawa tubuh Haechan yang penuh darah ke dalam UGD lagi

Cukup banyak darah yang meresap ke hoodie hitam Sungchan, terlebih bagian bahu. Hanya terbentur tapi sampai seperti ini?

Bankar yang membawa Haechan langsung dibawa ke IGD, mungkin karena darah yang banyak keluar

"Plis, jangan..."

.

Hampir 1 jam mereka menunggu di luar IGD, dokter keluar dengan beberapa bercak darah di jasnya

"D-dok! Pasien didalem ga papa kan?!"

Sungchan gugup bukan main. Apalagi melihat bercak darah itu

"Pasien-"

"DOKTER! HAECHAN GA PAPA KAN?"

Indigo BoyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang