Pov Raffi
Aku menunggu kehadirannya di apartemennya dengan perasaan was-was, cemburu yang sudah memuncak.aku menghubunginya tapi tidak bisa di hubungi, sms juga belum ada balasan.
Aku harus menahan emosiku ini, mungkin ini rasa cemburu yang pernah dia rasakan disaat melihatku dan dara saat di puncak waktu itu.aku gak kebayang kalau andrea tersenyum di depan lelaki itu, lelaki mana yang gak terpesona dengannya, apa lagi kata dara dia most wanted di sekolahnya dulu.sial...... aku udah gila karenanya.
Aku menghelakan nafas gusar dan mengacak rambutku frustasi.
"Kemana sih kamu sayang" aku meremas rambutku dengan kedua tanganku.
Aku mencoba menelponnya tapi lagi-lagi masih mailbox, positif thinking raffi mungkin hp-nya lowbet.
"AAARRGHHHH SIAL"
Aku teriak dan melempar ponselku ke lantai.
Aku melihat arloji di pergelangan tanganku sudah pukul 20:30 kenapa belum sampai juga apa pertemuan selarut ini atau jangan-jangan ini hanya akal-akalan lelaki bajingan itu.
Sungguh aku curiga dengan lelaki itu, aku akan menyelidiki siapa lelaki itu sebenarnya.
Aku berdiri berniat keluar menuju kedai kopi dekat apartemen mungkin setelah pulang dari kedai kopi andrea sudah datang.aku berjalan keluar apartemennya dengan masih menggunakan kemeja kantorku yang sudah aku lipat selengan, dasi yang sudah entah kemana.gak perduli pandangan orang tentang penampilanku saat ini.
Terdengar suara kaki melangkah orang di lorong apartemen ini, aku melihat dan oh ... sh*t benar dugaanku lelaki itu menyerangku terlebih dulu.aku mengepalkan keras kedua tanganku, meredam emosiku sekuat tenaga.
Tidak ada tatapan sopan, hanya tatapan membunuh yang aku perlihatkan agar lelaki itu tau kalau andrea hanya milikku.aku harus kuat meredam emosiku karna disini ada andrea aku tidak mau andrea melihat sifat kasarku.
Aku menarik andrea yang berada disebelahnya, lelaki itu hanya diam berusaha sesantai mungkin walaupun aku tahu lelaki itu memendam emosinya.
Aku curiga lelaki itu punya perasaan berbeda dengan andrea, apa dia javier yang andrea panggil dengan 'kak jav'.tapi kenapa sampai saat ini andrea tidak mengetahuinya.
Ucapan tajamku-pun di acuhkan lelaki bajingan itu, ck pecundang.gak ada yang bisa memiliki andrea selainku, gak perduli kalau memang dia benar javier teman kecil andrea dulu yang aku nilai mempunyai perasaan dengan wanitaku.
Lelaki itu pergi dari hadapanku dan andrea, aku langsung menarik andrea masuk ke apartemennya tidak mau berlama lagi melihat punggung lelaki itu berjalan pulang.karna aku tau andrea akan iba kepadanya.sifat lembut andrea yang selalu iba dengan orang lain disisinya yang terkadang membuatku cemburu.
Katakan saja aku egois, hanya aku yang bisa memilikinya.saat ini andrea seperti bingung dengan keadaan apartemennya yang sedikit berantakan karna ulahku tadi saat menunggunya.
Majalah berserakan dimana-mana, jas-ku yang ku sampirkan sembarang dan dasiku yang aku buang di lantai.
"Raffi, kamu abis ngapain sih isshhh.... jorok banget berantakan begini" andrea melihat kesekeliling ruang tengah apartemennya.
"Sekarang kamu mandi dulu ya, pasti kamu capek terus belum makan" ucapku mengalihkan pembicaraan.
Andrea menghampiriku tangannya menyilang di dada "aku lagi tanya kamu Raffi Hardiwijaya" ucapannya yang memanggil namaku penuh dengan penekanan.
Kalo lagi kayak gini berarti dia lagi emosi dan kesal, cuma satu yang buat dia diem.
"Raf... hmmph" aku mencium bibirnya, sambil berjalan memegangi pinggangnya menuju kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tulus untuk Andrea
RomanceAndrea yang sangat sulit jatuh cinta karna ketakutannya sangat besar untuk mencintai seorang pria.dia sangat takut jatuh cinta karna dia takut patah hati, dia menginginkan cinta tulus untuknya tanpa patah hati.tapi takdir berkata lain, untuk mendapa...
