Bab 24#Pertemuan Menyakitkan

2.4K 111 2
                                        

Pov Raffi

Siang ini aku harus merelakan waktuku lagi-lagi tidak makan siang bersama andrea karna harus ketemu clien membahas rapat yang akan kami bahas sore ini di kantornya.

Aku mengajak tiara sekretarisku untuk bertemu dengan beliau, niatnya beliau mengajak kami makan siang bersama juga.tapi entah dengan alasan apa beliau mengabari ketika aku dan tiara sudah ada di kafe ini kalau beliau tidak bisa hadir dan akan ketemu langsung nanti di kantornya karna urusan mendadak.

Sebenarnya hanya membahas perusahaan-perusahaan yang ikut serta bergabung dalam kerjasama proyek ini.dengan berat hati walaupun kecewa karna aku sudah merelakan waktuku yang harusnya makan bersama andrea dan digantikan malah makan bersama tiara sekretarisku.

Tadinya aku mau kembali ke kantor, tapi karna perutku sudah terasa lapar jadi aku putuskan makan disini.aku juga kasihan dengan tiara terlihat letih dan lapar juga.

Aku berbincang bersama tiara mengenai pembangunan ini, dan tiara bilang kalau wakil dirut yang mewakili rapat nanti itu temannya waktu kuliah.tiara sedikit cerita tentang dulu kenal dengan 'Cipta Raka Gunawan' kalau lelaki itu pria yang lucu dan humoris.

Aku hanya berharap semoga proyek yang rumit ini berhasil karna tiara ternyata mengenalnya jadi bisa lebih enak untuk diskusi dan negosiasi nanti.

Sesekali aku tertawa mendengar cerita tiara yang lucu tentang 'cipta' , ternyata tiara asik juga di ajak ngobrol.semoga aja proyek ini cepat kelar dan aku juga cepat untuk terbang ke paris dan mengurus plan aku dan andrea.aku tidak sabar akan momen itu.

Makananku sudah habis dan aku berniat untuk pergi dari kafe ini, tapi aku mendengar seperti orang menyebutkan nama.....

Oh sh*t aku menoleh, mencari kesumber suara ternyata benar suara itu memanggil nama wanitaku.aku berdiri dan dengan cepat aku menyusulnya, aku akan jelaskan kalau dia salah paham.

Aku melihatnya dan menghampirinya yang sedang mencari taxi, aku menggenggam lengannya berniat untuk menjelaskan kesalah pahamannya.
"Dengerin penjelasan aku" ucapku memohon kepadanya.

Andrea hanya diam dan tersenyum sinis, ada raut kesedihan dan kecewa yang terpancar dari sudut matanya.dia menepis tanganku yang memegangnya, aku tau aku salah tidak mengabarinya tapi sungguh ini hanya salah paham.

Ya Tuhan.... cobaan apa lagi ini, apa aku konsen dengan rapat nanti kalau keadaannya seperti ini.

'Andrea kamu salah paham sayang'

Panggilan telpon, line, bbm atau pun sms-ku tidak ada jawaban darinya.sungguh aku frustasi saat ini, aku udah gak konsen.aku gak yakin di rapat nanti aku fokus dengan pembahasannya.

"Maafkan aku andrea" aku megusap wajahku frustasi.

Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf darinya.aku juga tidak berbuat macem-macem tadi dengan tiara hanya saja makan bersama dan itu juga tidak sengaja.sungguh.

****

Pov Javier

Aku membuka pintu ruanganku berniat untuk ke swalayan untuk membeli makanan ringan.tubuhku menegang melihat gadis itu menangis sendu di mejanya, walau dia menutupi wajahnya dengan tangannya tapi aku tau dia sedang menangis karna tubuhnya bergetar kencang.

Ingin rasanya aku memeluknya, menenangkan-nya.aku ingin dia bersandar dan berbagi denganku seperti dulu waktu kita disaat kecil.tapi aku tidak yakin kalau dia masih menerimaku, tidak yakin kalau aku jujur siapa aku dia masih menerimaku seperti dulu.

Apa dia memaafkanku karna aku tidak menepati janjinya.aku tidak sanggup melihatnya bersedih seperti ini, pasti ini ulah kekasihnya.

Aku berdehem pelan, tapi tetap dia tidak menoleh dan tidak sadar keberadaanku.aku menghampirinya, mengelus pelan puncak kepalanya yang sedang tertunduk di meja dengan alas kedua tangannya.

Cinta Tulus untuk AndreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang