Bab 17#

5.9K 182 0
                                        

"Andrea lo di panggil pak beny dan pak javier di ruangan pak beny sekarang"

Aku melongo terkejut dengan ucapan vera barusan, ada hal penting apa sampai pak javier mendatangi ke ruangan pak beny dan memanggilku.

Mendadak jantungku berdegup kencang, ku helakan nafasku hati-hati.semoga bukan hal buruk yang akan disampaikannya.

Aku berdiri meninggalkan bangku kerjaku, aku melihat ina menyemangatiku, menyuruhku untuk tersenyum, tetap saja hati aku gusar tak karuan.

Aku berjalan menuju ruangan pak beny dan mengetuknya, suara seseorang  di dalam menyuruhku masuk.aku membuka pintu pelan dan melihat dua sosok pria yang sedang duduk di sofa ruangan menatapku.

"Permisi pak, bapak memanggil saya?"

"Iya, duduklah andrea" aku duduk tepat bersebelahan dengan pak jav.

Ini melebihi ujian nasional, gugup sama jantung terus goyang gak beraturan.jangan sampe ada yang denger...

"Begini andrea, kamu sudah tau tentang lowongan untuk sekretaris CEO?" tanya pak beny memulai pembicaraan.

"Belum pak"

Kalaupun tau, ini kan bukan urusanku karna aku bukan bagian HRD.setahu aku disana ada asisten, sih jenny cowok jadi-jadian yang mirip banget kelakuannya sama martin.kenapa masih cari sekretaris.aduhh... CEO aneh.

"Pak jav butuh sekretaris dan saya sudah mempertimbangkannya untuk memilih.... kamu" mataku melongo kaget gak percaya, seperti mendengar kabar buruk.

"Jangan nganga gitu nanti laler masuk" ledek javier sambil terkekeh melihatku.

Sumpah ini cowok kalo bukan atasan udah aku omelin dia, gimana gak begini yang namanya kaget tiba-tiba.

Emang sih aku lulusan sekretaris tapi kan aku udah nyaman sama jabatanku sekarang.apa lagi kalo raffi tau, aduhhh.... bisa berantem terus deh nih karna kecemburuannya.

"Surat pemindahan kamu akan di kasih besok sama bagian HRD, tenang aja andrea kamu gak akan begitu sibuk karna kamu punya asisten juga.jenny yang akan jadi asistenmu" ucap pak beny yang membuatku kaget lagi.

Kenyataan apa ini, aku menjadi sekretaris javier dan aku punya asisten.lalu tugas aku apa, hanya bengong aja gitu makan gaji buta.

Mau gak mau aku harus mau, siapa aku bisa menolak keputusan atasan.ya sudahlah terima dan hadapi aja.

"Baik pak, ada lagi mungkin pak yang ingin disampaikan?" Tanyaku ke pak beny.

Aku melihat pak javier seperti senyum merekah karna kemenangannya.pasti ulahnya awas aja pembalasanku, akan aku buat dia kesal karna ulahku.jadi dia pindahkan aku lagi ke tempat semula.

"Tidak ada, terima kasih andrea kamu menerima permintaan saya.karna cuma kamu yang saya percaya kalau kamu bisa melakukan tugas ini dengan baik" lanjut pak beny lagi.

"Iya pak, sama-sama" aku tersenyum lembut ke pak beny.

"Kalau begitu saya permisi dulu, mari" aku bangkit dari sofa dan sebuah tangan menarik tanganku langsung menjabat tanganku.

"Selamat bekerja di tempat baru, semoga kita bisa bekerjasama dengan baik" pak javier menjabat tanganku erat dan dengan perkataan yang penuh arti.

Aku tersenyum sinis "sama-sama 'terimakasih' " aku melepas jabatannya dan berjalan menuju pintu ruangan pak beny.

Sumpah kesel, gondok, jengkel, macem-macem yanag aku rasain sekarang.pasti javier senyum puas ngelihat ekspresi aku tadi.maunya apa sih tuh orang.... kelakuannya kayak bocah.kerjaan buat main-main.

Cinta Tulus untuk AndreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang