Rasa penasaranku begitu besar untuk mengangkat telepon dari wanita itu.
Aku melihat wajah raffi yang memerah, aku hembuskan nafasku untuk mengumpulkan energi-ku menghadapi si penelpon ini.dengan cepat aku geser layar ponselnya.
"Raffi aku tahu kamu sedang bersama wanita jalang itu kan di villa-mu?"
Hening
"Apa wanitamu tahu kalau kamu sudah pernah meniduriku bahkan bukan hanya sekali tapi sudah tidak terhitung dan villa itu menjadi saksi kita fi.mungkin sulit untuk kamu memberitahukan kepadanya, oke akan aku kirimkan bukti foto kita dulu setelah melakukan hal itu"
"Aku tahu aku salah telah meninggalkanmu menikah dengan pria lain, tapi aku yakin saat ini hati kamu masih ada untukku.aku-lah cinta pertamamu, aku-lah ciuman pertamamu, aku-lah wanita pertama yang sudah melihat luar dan dalam-mu.bukan wanita yang sedang berada di sampingmu"
Deg! Bagaikan di sambar petir saat ini.
Kata-kata yang di lontarkan dengan lancar itu sangat berhasil membuat hatiku lebur berkeping-keping.ribuan kaca itu seperti menusuk tajam tepat di ulu hatiku.
Ingin rasanya teriak dan menangis sekencangnya setelah mendengar ucapan wanita itu.
Kamu jahat raffi, kamu nggak sebaik yang aku kira.
Kamu sudah menghancurkan harapanku, kamu sudah membuat hatiku yang cerah menjadi gelap.
Aku memutuskan panggilan telpon-nya, tanganku mengambil tangan raffi dengan tatapan nanar-ku seakan tidak percaya kalau raffi berbuat seperti itu.ternyata selama ini aku belum mengenalnya lebih jauh.kenapa baru saat ini aku mengetahuinya? Kenapa pada saat aku sudah telak mencintainya dan sangat menyayanginya.
Raffi melihatku seperti bingung karna sorotan mataku sangat tajam seperti ingin memukulnya membabi buta.aku kembalikan ponselnya ke telapak tangannya dengan kasar.
Raffi tersentak kaget, aku-pun nggak perduli "mana handphoneku?" Tanyaku datar kepadanya.mataku mulai memanas, sekuat mungkin aku menahannya agar tidak menetes di hadapannya.
Tanganku terkepal melihat wajah raffi yang sangat aku benci saat ini "sayang, apa yang sudah luna katakan?" Tanyanya dengan raut kesedihan dan memohonnya.
Tanganku di genggamnya erat, dengan sekuat tenaga aku hempaskan genggaman itu "AKU BILANG MANA HANDPHONEKU RAFFI HARDIWIJAYA?" raffi membulatkan kedua matanya mendengar aku telah membentaknya dan memanggil nama lengkapnya yang artinya emosiku sudah memuncak.dia sangat tahu jika aku sudah memanggilnya seperti itu.
Raffi menghelakan nafas sejenak lalu menatapku dengan lembut, tangannya terangkat untuk mengusap pipiku tapi dengan kasar aku lepaskan tangan itu dari pipiku "please, percaya sama aku.apapun yang dikatakan oleh luna tidak semuanya benar" senyumku menyeringai puas dengan ucapannya.
"Ohh... berarti ada benarnya kalau kamu sudah pernah menidurinya? Iya? KAMU JAHAT RAFFI.kamu sama saja dengan bajingan itu, bahkan kamu lebih parah darinya.ternyata kamu sudah melakukan itu.aku memang bodoh ya sudah jatuh cinta dengan orang yang salah" ucapku dengan suara bergetar yang sendu sambil memukul dadanya membabi buta.
Hatiku sakit sangat sakit.
Hancur sangat hancur.
Yang aku mau saat ini hanya pergi dari sini dan pergi dari kehidupannya.
Raffi membulatkan matanya dan meremas rambutnya dengan kasar "Oh god...... andrea dengarkan aku yang dia ucapkan itu bohong sayang.aku nggak pernah melakukan hal keji itu, menyentuhnya seperti aku menyentuhmu juga tidak pernah aku lakukan kepadanya" raffi mengguncang-guncangkan bahuku dengan kedua tangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tulus untuk Andrea
RomanceAndrea yang sangat sulit jatuh cinta karna ketakutannya sangat besar untuk mencintai seorang pria.dia sangat takut jatuh cinta karna dia takut patah hati, dia menginginkan cinta tulus untuknya tanpa patah hati.tapi takdir berkata lain, untuk mendapa...
