Bab 21#Cemburu

6.4K 190 0
                                        

Pov Andrea

Akhirnya jam makan siang tiba juga, sebelum bos stress itu mengambil alih hak-ku siang ini aku dengan cepat meleset terlebih dulu keluar.niatnya aku mau ke kantor raffi yang tidak jauh dari kantorku hanya dengan berjalan kaki saja.

Jujur saja ini kali pertamanya aku memasuki kantor raffi, sebenarnya sudah sering kali raffi mengajak dan menyuruhku datang ke kantor tapi dengan alasan yang aku buat aku menolaknya.kali ini aku ingin membuat kejutan untuknya datang tanpa memberi kabar kepadanya.

Hanya beberapa karyawan yang mengenaliku, itu juga karna sering ketemu aku dan raffi berdua makan bareng di kantin kantor atau-pun kafe seberang kantor kami.

Setelah aku sampai di lantai ruangan raffi, aku melihat sosok wanita di depan ruangannya yang aku yakini itu sekretarisnya.katanya sih itu sekretaris barunya karna sekretaris yang dulu sedang cuti melahirkan.raffi saat itu memohon kepadaku untuk menggantikan sekretarisnya.tapi apa daya tanda tangan kontrak yang sudah aku lakukan harus menuntutku bekerja di kantorku selama 1 tahun dan sekarang aku sudah menjalankannya 8 bulan, yah masih ada sisa 4 bulan lagi.

Aku mendekat ke arah wanita itu yang mungkin usianya sama denganku.aku tersenyum ke arahnya.

"Selamat siang, apa ada Pak Raffi di dalam?" Jawabku se-sopan mungkin.

Wanita itu melihatku dari atas hingga bawah seperti mengintimidasi penampilan dan wajahku.memang ada yang salah dengan pakaianku.sepertinya aku sangat sopan menggunakan celana slim bahan kantor dan blezer slim yang pas di badanku.

"Siang mbak" sapaku kembali yang membuatnya mengerjap dan menatapku.

"I... ya siang, maaf anda dengan siapa?" Tanyanya.

"Saya andrea"

"Mohon di tunggu sebentar"

"Terima kasih" aku membalas dengan senyuman.

Setelah wanita itu menelpon seseorang, wanita itu menyuruhku masuk ke ruangan raffi.

"Silahkan mbak, pak raffi ada di dalam" wanita itu mempersilahkanku masuk.

Aku balas dengan anggukan dan mengucapkan terima kasih kembali.

Aku membuka kenop pintu ruangan raffi.aku melihat raffi yang masih fokus dengan layar laptopnya.sepertinya dia sangat sibuk hari ini makanya sampe gak bisa hubungin aku bahkan tadi pagi tidak berangkat kerja bareng seperti biasa.

"Hai sayang" ucap raffi yang matanya masih terfokus dengan laptopnya.

"Hai..."

"Sini sayang" raffi menoleh lalu menepukkan pahanya menyuruhku duduk di pangkuannya.

"Jangan gila, ini kantor raffi" aku menatapnya tajam dan duduk di sofa ruangannya.

"Terus kenapa?" Raffi menaikkan satu alisnya dan senyum genit ke arahku.

"Gak usah mulai deh, kamu sibuk ya? Padahal aku mau makan siang sama kamu" ucapku manja bersandar ke sofa sambil memainkan ponselku membalas pesan dari jenny yang menanyakan keberadaanku.

Raffi tersenyum melihat sifat manjaku yang belum bisa hilang ini "Sebentar lagi sayang, kita makan siang disini aja ya biar aku suruh OB membeli makan" raffi merapihkan pekerjaannya lalu menghampiriku.

Sebelum menghampiriku dia menelpon OB dan memesan makan siang kami.padahal dia belum tanya aku mau makan apa.kebiasaan mengambil keputusan sepihak.

"Ya udah gak pa-pa yang penting aku makan diluar kantor" ucapku dengan wajah badmoodku yang tidak bisa di tutupi.

"Hey.... babe kamu kenapa cemberut gitu" raffi menaikan daguku ke arah wajahnya.

Cinta Tulus untuk AndreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang