Liat mulmed ya ada Raffi, tapi sebenarnya raffi tanpa ada kumis sama jenggot sih.hehehe, nggak tau deh ini nge-feel apa nggak foto-nya... : ( , maaf ya kalau nggak sesuai
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
POV RAFFI
Tatapan mataku yang tidak bisa berhenti ke satu subyek disana.wanitaku sangat sangat cantik, dia wanitaku dan akan menjadi milikku.tidak ada yang bisa memilikinya kecuali aku dan yang pasti orangtuanya.
Dia berbeda dengan polesan make up tipis dan dress-nya yang membuatku menahan nafas.
Seketika entah itu sejak kapan matanya menatapku, membuatku lagi menahan nafas dan berhenti seketika.
Ternyata ia menantangku untuk melamarnya secara langsung di hadapan orang tuanya.dengan keberanian penuh walau jujur ini buatku gugup.terserah kalian bilang aku nggak macho tapi aku yakin semua lelaki pasti akan gugup melamar wanitanya di hadapan kedua orangtua kita.
Aku bersimpuh di hadapannya memegang tangannya.
"Will you marry me and be mine please"
Kata ajaib itu terlontar manis dari bibirku.dia... wanitaku yang aku cinta, mata cokelatnya menatapku, bibir ranumnya mengulas senyuman manis yang terlihat jelas denganku.
Matanya melihatku seperti mencari kejujuran di kedua mataku.lama mata itu menatap sampai deheman lembutnya keluar.
"Yes I do"
Aku membulatkan kedua mataku menatapnya, benar dia menerimaku? Bukankah dia bilang cinta-cintaan di hadapan jav dan memeluknya saat itu? Duhh... ini bener kan dia nerima aku?
"Coba ulangin sekali lagi" tanyaku masih tak percaya.
Dia memutar bola matanya "yes I do babe" dengan cepat aku mengambil cincin itu dan ku sematkan di jari manisnya.
Tanpa perduli tatapan para orangtua disini, aku menariknya dan memeluknya erat sangat erat.aku merasakan ketenangan dan kebahagiaan di pelukan ini.pelukan dari tubuh yang selalu aku rindukan.
Aku tau dia menangis kecil, terdengar oleh kupingku dan dapat ku rasakan getaran kecilnya di pundakku.
"Eheem... udah kali ka jangan lama-lama, belum sah woy... belum SAH" suara peringatan tasya membuatku melepaskan pelukan.
"Sirik aja"
Entah perasaanku seperti apa saat ini, senang, bahagia sekali, sangat bahagia.
Aku menoleh kembali ke arahnya "udah jelas kan sekarang KAMU MILIKKU" ucapku tegas dan penuh penekanan di akhir kalimat.
"IYA tuan RAFFI HARDIWIJAYA" sambil memanyunkan bibirnya yang lucu.
Aku terkekeh melihat tingkahnya yang lucu seperti ini.inilah yang aku suka darinya,kemanjaannya. kalian tau kan?
Aku kembali duduk di hadapannya.para orangtua disini yang melihat kejadian tadi tidak berhenti mengulam senyumnya.
"Lalu, kapan akadnya di selenggarakan?" Pertanyaan papa membuat kami semua disini tertuju mengarah kepadanya.
Papa-ku orang yang sangat tegas dan tidak mau berbelit.dia salah satu alasan pertama yang membuatku mengulur waktu untuk mengenalkan andrea kepada mama dan papa.
"Iya, gimana raffi kamu mau-nya kapan? Mama sih maunya jangan lama-lama" ucap mama-ku penuh harap.
"Gimana kalau sebulan lagi" jawabku mantap.
"HAH.. NGGAK" suara toa andrea membuatku cepat menolehnya.
"Kecepetan raffi..."
Andrea menyenderkan punggungnya ke sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tulus untuk Andrea
RomansaAndrea yang sangat sulit jatuh cinta karna ketakutannya sangat besar untuk mencintai seorang pria.dia sangat takut jatuh cinta karna dia takut patah hati, dia menginginkan cinta tulus untuknya tanpa patah hati.tapi takdir berkata lain, untuk mendapa...
