Bab 14#Please forgive me

2.5K 108 2
                                        

Pov Raffi

Aku sangat menyesal atas kebodohan yang aku lakukan kali ini yang membuat wanitaku sakit hati dan sedih.sungguh aku tidak ingin menyakiti hatinya, aku tidak berniat untuk melukainya.walau memang fikiranku tentang masa lalu andrea masih terngiang di benakku tapi rasa sayang dan cintaku tidak pernah pudar hanya rasa penasaranku akan kebenarannya semakin besar.bukannya aku tidak mempercayai andrea hanya saja aku-pun ingin membuat malu dara dan bobi kalau pernyataannya itu bohong.

Memang bisa di bilang aku egois karna aku hanya memikirkan rasa penasaranku dan ego-ku harusnya aku tidak menggubris apa yang dara katakan.tapi sebelum aku menikah dengannya aku ingin tahu masa lalunya.karna rasa sayang dan hubungan ini tidak main-main, aku-pun sudah berjanji oleh mama-nya kalau aku memang berniat untuk serius dengannya dan aku berjanji selama mama-nya tinggal di rumah nenek-nya aku lah yang bertanggung jawab atas andrea.tapi sekarang aku malah menyakitinya, menyakiti perasaannya.aku sudah membuat dia menangis dan terluka.

Aku akan melakukan apa-pun agar dia bersikap normal kembali kepadaku, kejadian yang mungkin tidak akan andrea lupakan ketika melihatku berpelukan dengan dara dan dara mencium bibirku sudah cukup buat hatinya terluka.tugasku saat ini untuk mempercayainya kembali dan aku akan membuat kasih sayang dan cintanya seperti dulu lagi untukku.

Sepanjang perjalanan pulang ke jakarta, andrea mendiamkanku.aku berusaha memegang tangannya-pun dia menolak.saat ini kami semua sedang dalam perjalanan ke jakarta.haikal yang mengambil alih kemudi dan sebelahnya ada indah, aku memilih duduk di kursi belakang kemudi dan sebelahku pastinya andrea dan disebelahnya ada ina.sedangkan martin ada di mobil satunya dengan bagas dan rendy karna ketika tadi aku pamit ingin pulang lebih dulu, bagas dan rendy berkata ingin pulang juga dengan alasan mereka masing-masing.sedangkan aku melihat dua orang lawan jenis yang sudah melukai hubunganku dengan andrea tadi dengan raut wajah yang tidak bisa aku tebak, aku-pun tidak memperdulikannnya. saat ini hanya andrea yang aku fikirkan, bagaimana cara-ku agar hubungan ini seperti dulu lagi dan melupakan kejadian yang mungkin sulit untuk andrea lupakan.

Aku menoleh ke arah andrea yang sedang bermain dengan ponselnya seperti mengetik sebuah pesan entah untuk siapa, hati-ku pun mencelos sakit dada yang aku rasakan saat ini.cemburu yang berlebihan, karna biasanya aku memang selalu ingin tahu isi yang ada di ponselnya, pesan-pesan dan log telepon-nya.yaa... aku akui aku memang protektif berlebihan. ini karna aku sangat mencintai-nya lebih dari yang ia rasakan.

Aku hanya bisa menahan diri dan emosi-ku untuk meredam kecemburuan ini, tapi aku berusaha untuk bertanya kepadanya tanpa emosi.

Aku berdehem untuk memulai pembicaraanku dan menahan kecemburuanku.dia tetap diam dan tidak menoleh sedikit-pun ke arahku.

"Sms dari siapa serius banget sih sayang" aku mencoba bersikap santai dan seperti tidak terjadi apa-apa.

Hening tidak ada jawaban darinya.

Aku-pun mencoba memegang tangan kanan-nya, tapi sebelum aku memegang tangannya, dia sudah menghindar lebih dulu dan memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.

"Dari teman" jawabnya dengan nada tidak suka dan tanpa menoleh ke arahku.

Dia bilang dari teman tapi kenapa dia seperti menghindar dan aku tidak boleh tau.aku mengepalkan tangan kanan-ku meredam emosi karna kecemburuan-ku.mungkin ini belum seberapa dengan kecemburuan yang dirasakan andrea.aku nggak boleh egois, aku harus sabar menghadapinya.

Perjalanan saat ini cukup lama karna sangat macet, bukan rahasia umum lagi memang setiap weekend daerah puncak sini memang banyak dikunjungi.apa lagi minggu ini libur panjang, makin padat saja jalanannya.

Mobil kami berhenti di sebuah resto cukup besar masih di kawasan puncak, kami berniat untuk makan siang yang sebenarnya bukan makan siang lagi tapi sudah sore karna tadi kami tidak sempat untuk makan siang.

Cinta Tulus untuk AndreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang