Sudah dua hari di netherland, dua hari juga aku tahu kalau kak jav koma dan belum sadarkan diri.raffi dengan sangat menyesal bilang, kalau ia menunda keberangkatannya menyusulku, karena ada masalah penting di Perusahaannya yang harus di selesaikan.
Aku selalu datang ke rumah sakit dimana kak jav di rawat.tapi, aku tidak bisa masuk ke dalam ruangan isolasi itu.kecewa pasti, tapi aku akan sabar demi menunggu kesembuhan kak jav dari mukjizatnya.semoga saja akan ada mukjizat datang untuknya.walaupun itu harapan kecil.
Seperti sekarang aku hanya bisa melihat dari kaca besar.seseorang yang dulu aku sering menyindir dan adu mulut dengannya.sikap bossy-nya dan sok mengatur.aku rindu dengan semua yang ia miliki.
Wanita cantik berambut pirang di sampingku juga tidak kalah sedihnya.bahkan ia sangat terpukul dan kehilangan melihat lelaki yang ia cintai sejak lama, terbaring lemah di ranjang pesakitan.
Menurutku, dia wanita hebat dan kuat.di depanku, ia tegar dan mencoba menenangkanku.tersenyum di luar, walau hatinya sangat sedih.
Tanpa sadar aku menatap wajahnya sambil tersenyum bangga kepada wanita ini.
"Hey, kenapa natapnya begitu sih bumil?" Aku mengerjapkan mata lalu tidak lama terkekeh melihat clara jadi salah tingkah.
"No, hanya bangga denganmu clara" ia mengerutkan dahinya.
"Kamu kuat, hebat dan patut di banggakan" ia tersenyum sambil menggeleng.
"Jangan suka memuji" kilahnya sambil mengibaskan tangannya ke udara.
"Tidak, ini nyata clara.kamu tidak sadar, tapi orang lain menilaimu" clara diam sejenak.
"Kamu yang lebih hebat bisa di cintai banyak lelaki terutama lelaki yang kita sedang jaga saat ini" matanya kosong memandang ke depan.
Apa aku sudah salah bicara sehingga ia menyinggung tentang kak jav menyukaiku.
Aku berdehem, lalu menepuk bahunya "bagaimana kalau kita makan saja?" Tawarku.clara mengangguk setuju.
Tangannya menggandengku erat.menjagaku dari tatapan mata para pria.di luar ia terlihat jutek, tapi kalau kita sudah dekat, clara wanita yang baik.
Dia juga tipe orang pemilih untuk memilih yang akan menjadi teman dekatnya.
Kami sampai di sebuah kafetaria.karna selera makanku bertambah, aku memilih cukup banyak makanan.chicken gordon blue, french frice,salad dan chicken crispy.
Sedangkan clara hanya memesan salad dengan chicken crispy.clara menatap makananku yang sudah tersaji dengan menggelengkan kepalanya.
"Habis?" Tanyanya dengan pandangan bingung.
Aku hanya tersenyum kikuk.
Jenny sedang dalam perjalanan.ia sangat sibuk karna menghandle semua pekerjaan kak jav.
Kami makan dalam diam, perutku masih sering mual jika makanan yang aku makan tidak menerima makanan itu.
Tidak berselang lama, jenny datang dengan setelan formalnya.ia sudah seperti eksekutif muda lainnya.ia duduk tepat di kursi sebelahku.
Jenny membuang nafasnya lalu bersandar ke punggung sofa.lelah sekali kelihatannya.
"Capek?" Tanyaku sambil menyodorkan gelas minumanku.
Ia menerima pemberianku "banget" lalu meminumnya hingga tandas.aku hanya bisa menggelengkan kepala.
Ponselku berdering dengan nada khusus.senyumku merekah melihat nama caller ID.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tulus untuk Andrea
RomanceAndrea yang sangat sulit jatuh cinta karna ketakutannya sangat besar untuk mencintai seorang pria.dia sangat takut jatuh cinta karna dia takut patah hati, dia menginginkan cinta tulus untuknya tanpa patah hati.tapi takdir berkata lain, untuk mendapa...
