BAB 42#honeymoon&anyproblem

10.4K 121 18
                                        

Ini konten untuk 21+.So, yang belum merasa sampai ke umur itu dilarang keras membaca chapter ini ya.author tidak bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu.atau kalian di marahin sama orangtua kalian karna belum cukup umur. #nyengirlebar : )

Sampai juga di honeymoon Rafan (Raffi Andrea)
Lets go...

Read...

●●●●●●●♡●●●●●●●♡●●●●●

Jantungku sangat berisik sekali seakan ada lagu disco di dalamnya.entah sudah berapa lama aku berada di dalam kamar mandi.berendam air hangat untuk menghilangkan rasa letihku.

Sebenarnya bukan hanya karna itu, tapi karna aku gugup sudah mengalahkan renang raffi yang mendapatkan sampai 8 kali putaran sedangkan aku hanya mendapatkan 3 kali putaran.mungkin raffi punya stok nafas banyak makanya bisa sehebat itu.berenang tanpa henti sampai 8 kali putaran.

Tapi, apa ya hukuman yang dia kasih buatku nanti? Takuuut....!

Apa aku di suruh telanjang bugil? OH NO! Nari striptis sampe muntah? BIG NO! pakai lingerie beserta g-string? BIG NO NO!

Ya Tuhan.... lindungi aku.amiin.

Aku turun dari bathup lalu membilas tubuhku di bawah guyuran shower.

Pasti raffi sudah menungguku dengan tidak sabar atau malah sudah tidur karna lama menungguku mandi? Ku harap begitu.

Setelah selesai membilas dan mengeringkan tubuhku.aku mengambil gaun tidur putihku dengan panjang sedengkul, bertali spaghetti.

Rambutku biarkan tergerai.sebelum membuka pintu, aku menarik nafas lalu ku buang perlahan.

Kata orang-orang saat pertama itu sakit dan berdarah.itu dia yang aku takuti sampai gugup begini dan keringat dingin.

Saat ku buka pintu, raffi menoleh ke arahku dan tersenyum.kenapa ia senang sekali naked sih.apa dia setiap hari tidur dengan tanpa baju seperti itu? Mataku tertuju pada tatto di dada kanannya yang bertuliskan namaku.

Aku meneguk salivaku.so sexy.

DAMN IT...

Kenapa jadi aku yang omesh?

Okey andrea, fokus, tenang, jangan gugup.jangan buat suami kamu jadi nggak banget ngeliat kamu yang gugup nggak jelas.

Tuh kan dia senyum lagi, kenapa senyumnya beda ya.kayak ada nada terselubung di senyumnya.gawat... siaga satu kayaknya nih.

"Aku fikir kamu tidur di bathtub tadi"

Sukses melongo.

Dia senyum-senyum dari tadi karna berfikir aku tidur di kamar mandi? Kalau bukan suami, udah aku cincang nih.

Aku mendengus sebal "terus aja kamu bikin aku jadi bahan candaan" aku duduk di meja rias sambil mengeringkan rambutku.

Tubuh raffi bangkit dari ranjang lalu menghampiriku "aku yang keringkan ya" belum juga di jawab, raffi mengambil hair dryer yang ada di tanganku beralih ke tangannya.

Aku hanya bisa melihatnya dari cermin di hadapanku.dengan sabar ia mengeringkan rambutku.tanpa canggung ataupun merasa sungkan.malah terlihat tulus dari mimik wajahnya.

Benar-benar aku bersyukur mendapatkan suami yang sayang dengan tulus kepadaku.

Setelah meyakinkan rambutku sedikit kering, ia meletakkan hair dryer di atas meja rias.

Tangannya mulai menyentuh bahu polosku, tubuhnya di condongkan agar bisa menggapai tubuhku yang masih duduk.tangan kanannya melepas tali bajuku, diloloskan ke bawah sedangkan tangan kirinya bergerilya di selangka pahaku.

Cinta Tulus untuk AndreaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang