Selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi yang menjalankan♡♡♡
Hari ini hari terakhirku masuk kerja dan besok aku sudah mulai cuti menjelang pernikahanku.hari ini juga tugasku untuk menyebar undangan pernikahanku ke para teman-teman kantorku.
"Jen, nanti bantuin gue ya buat sebar undangan"
Jenny menatapku sekilas dan mengacungkan jempolnya "siip, tunggu gue selesai kerjaan gue dulu ya" aku mengangguk lesuh.
Sampai hari ini juga kak jav tidak terlihat di kantor.ia benar-benar sudah pergi dan tidak mau melihat hari pernikahanku.
Rasa bersalah itu selalu muncul di hatiku ketika sedang sendiri atau di kantor.aku harus menjauhkan diri dari tempat-tempat yang bisa membuatku mengingat kak jav.
Kalau terus begini, aku akan terus ingat dan rasa bersalah itu tetap ada.
Raffi selalu bisa membuat hatiku senang dan melupakan apa yang aku rasakan, tapi setelah raffi tidak ada perasaan bersalah itu muncul kembali.
"Jen, undangan buat kak jav gimana ya?" Tanyaku setelah melamun.
Jenny menatapku kembali "taro aja di mejanya" jawabnya santai masih sambil fokus kepada layar komputer.
"Percuma juga, orangnya juga nggak ada"
"Entar juga dia liat undangannya" sontak aku melotot ketika mendengar ucapan jenny.
Jenny seperti salah tingkah ketika aku menatapnya bingung "maksud gue, liat dari sosmed mungkin.pastinya kan temen-temen lo yang jayus-jayus itu pada fotoin terus taro di sosmed"
Aku mendengus sebal "nggak jelas ucapan lo" jenny tersenyum lalu tubuhnya bangkit dari kursinya dan berjalan menujuku.
"Gue udah selesai, mau gue anter sekarang nggak?" Cepet amat perasaan.
Aku mengangguk "gue taro dulu ini ke dalem" ucapku sambil memegang undangan pernikahanku yang di tujukan untuk kak jav.
Aku sudah terus berusaha menghubungi kak jav, tapi nihil selalu tidak bisa.entah ia sudah mengganti nomernya atau karna ia sedang berada di luar negeri.
Setelah meletakkan undangan itu di mejanya, aku bergegas menghampiri jenny kembali yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Udah?" Tanyanya ketika ku sudah di sebelahnya.
"Iya, yuk"
Kami berjalan beriringan sambil bercengkrama kecil.karna ini jam istirahat, jadi lah kami sekalian makan siang.
Mama, nenek dan bibiku sudah berada di apartemenku, mereka sebenarnya menyuruhku untuk cuti seminggu sebelum hari pernikahan.
Tapi, karna pekerjaanku yang menumpuk dan tidak mungkin di kerjakan oleh jenny seorang, jadi aku memutuskan untuk cuti tiga hari sebelum hari pernikahanku.
Setelah menyebarkan undangan ke seluruh devisi, aku dan jenny menuju kantin untuk makan siang.sedari tadi ponselku sudah berisik oleh panggilan dan pesan dari raffi yang ingin makan siang bersamaku.
Mama sudah memperingatiku agar tidak boleh ketemu dengan raffi dulu sampai hari pernikahanku.tapi, raffi yang selalu maksa untuk bertemu.jadi sekarang aku putuskan untuk tidak menerima panggilannya.
****
"Jen, gue taro berkas ini dulu ya di dalem ruangan kak jav"
Entah kenapa jenny panik dan langsung menghampiriku.
Aku mengerutkan keningku "kenapa sih lo?" Tanyaku penasaran.
Ia menggeleng cepat "gue aja, lo tunggu parkiran.ina sama martin udah nunggu cepetan" ia mengambil alih berkas yang ku pegang dan sedikit mendorong tubuhku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Tulus untuk Andrea
Storie d'AmoreAndrea yang sangat sulit jatuh cinta karna ketakutannya sangat besar untuk mencintai seorang pria.dia sangat takut jatuh cinta karna dia takut patah hati, dia menginginkan cinta tulus untuknya tanpa patah hati.tapi takdir berkata lain, untuk mendapa...
