"K-kak Taehyung?!!!"
Jungkook berlari tergopoh-gopoh hingga tongkatnya terlepas dari tangannya. Seolah tak merasakan itu, langkah kakinya semakin cepat bak tak merasa sakit sama sekali padahal cairan merah itu kembali merembes di perban putihnya.
Ahn terkejut saat Jungkook berlari menjauh. Ia tahu pelaku tawuran siswa itu salah satunya ada sosok Taehyung yang terkeroyok ditengah mereka. Ahn berlari menyusul penuh kekhawatiran jika saja Jungkook terluka.
"K-kak Taehyung!!! Hah.. Hah..." Jungkook terus memanggil nama kakaknya dalam pelariannya. Nafasnya yang memburu tak ia hiraukan. Fokusnya hanya satu, menyelamatkan Taehyung.
"K-kaaaak!!!" Teriakan lantang Jungkook berhasil mengalihkan atensi Taehyung. Ia menatap sosok remaja kecil yang sudah berlinang air mata terdiam kaku tak jauh dari mereka.
"Jungkook!!"
"K-kak a-awas!!!"
Bug
Satu pukulan tepat mengenai perut Taehyung. Kesempatan emas bagi Kai karena Taehyung tengah melongo menatap Jungkook.
Taehyung meringis memegangi perutnya. Ia mengisyaratkan kepada Jungkook agar pergi menjauh. Namun Jungkook justru semakin mendekat.
"Wuuffh ada cacat nih... Bolehlah dimainkan sebentar saja. Hahahaha..." Ucap Kai membuat teman-temannya tertawa senang.
"Jangan berani kalian sentuh adikku!!" Ancam Taehyung. Kai dan teman-temannya tertawa terbahak-bahak.
"Kau sudah mengaku jika dia adikmu? Lalu kemarin-kemarin kau kemana? Malu mengakui pada kami dan berlagak membenci dia?!" Ucapan Kai membuat hati Taehyung berdesir nyeri. Ia mengaku, ia sadar sekarang. Kenapa dia baru mengakui jika Jungkook adiknya? Dulu ia begitu membenci Jungkook bahkan menyuruh teman-temannya untuk membullynya.
"Bos, bagaimana ini? Aku sudah tidak sabar untuk bermain dengannya." Tanya Baekhyun sembari melemaskan otot-otot tangannya. Taehyung gelisah bukan main. Ia menatap Jungkook yang tak henti mengalihkan pandangnya.
Langkah kaki pincang Jungkook semakin mendekat. Bersamaan dengan itu satu pukulan telak menimpa perut Taehyung kembali hingga ia tersungkur tak berdaya di jalanan.
"K-kak Taehyung!!!" Jungkook berlari mendekat, hingga rasa sakit dari kakinya tak ia rasakan. Ia khawatir terhadap kondisi Taehyung yang sudah babak belur.
"Hahahaha.... Mainan baru datang juga rupanya. Hei cacat, mau bermain dengan kami?"
Ucapan Chanyeol tak Jungkook gubris. Ia sibuk memeluk tubuh Taehyung yang sudah lemas tak bertenaga.
"Hiks... K-kak Taehyung, j-jangan berkelahi... K-kookie takut... Hiks... A-ayo kita p-pergi dari sini..." Jungkook menangis dihadapan Taehyung. Bersimpuh memegangi pipi Taehyung yang lebam kebiruan.
"Kakak tidak apa-apa, Jungkook-ie. Sekarang, kakak mohon. Kau pergi dari tempat ini. Mereka semua orang yang jahat!" Ucap Taehyung memohon. Tetapi Jungkook menggeleng.
"A-aniya... K-kookie t-tidak mau p-pergi sendiri. K-kajja kita p-pergi bersama."
"Yak, drama apa lagi ini hey? Sudahlah, langsung saja kita sikat adiknya!" Ucap Kai yang segera mendekati Jungkook.
"Jangan macam-macam kalian! Tidak ada satupun orang yang boleh menyentuh adikku apalagi melukainya!" Taehyung mencoba beranjak dari duduknya dan melindungi tubuh Jungkook dari teman-temannya. Kai dan gerombolannya sontak tertawa.
"Bukankah dulu kau ingin dia mati? Ayo kita lakukan bersama.. Haha.."
Taehyung mengepalkan tangannya kuat. Amarahnya naik ke ubun-ubun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow (I'm Living On)
FanfictionAnak yang memiliki keterbelakangan mental, akankah diperlakukan dengan tidak manusiawi? Ukuran seberapa besar kasih sayang manusia bukan karena fisik maupun psikisnya. Semua anak berhak atas kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Begitupula deng...
