Taehyung pulang dengan keadaan tubuh yang sangat lelah. Seharian ini dia mendekam di rumah sakit, sendirian dan ketakutan. Ayah dan ibunya pulang setelah mendonorkan darah dini hari tadi. Tak berniat menemani Jungkook meski Taehyung memohon.
Sebenarnya Yuri tak memperbolehkan Taehyung menjaga Jungkook. Ia pasti akan kelelahan. Namun Taehyung menolak diajak pulang. Dia berkata siapa lagi yang akan menjaga Jungkook jika bukan dia?
Dan kini Taehyung pulang hanya untuk mengambil pakaian ganti. Selepas itu, ia akan kembali lagi ke rumah sakit.
"Kebetulan, kau pulang juga Taehyung." Suara berat Namjoon memasuki gendang telinganya. Taehyung berbalik dan mendapati wajah sang ayah yang berseri.
"Ada apa, ayah?" Tanyanya mendekat.
"Ayah sudah persiapkan semuanya. Jadi, kau hanya perlu mengundang teman-temanmu." Ucap Namjoon tersenyum. Taehyung yang tak tahu apapun, mengerutkan kening bingung.
"Maksud ayah?" Tanyanya tak tahu.
Namjoon kembali tersenyum senang. Wajahnya sangat berbeda dengan Namjoon dini hari tadi.
"Lusa, pesta ulang tahunmu akan diadakan. Apa kau tak ingat dengan hari lahirmu sendiri?" Kekeh Namjoon. Taehyung melotot kaget. Ayahnya merencanakan pesta ulang tahunnya disaat genting seperti ini? Disaat anak kandungnya sendiri sekarat di rumah sakit dan membutuhkan perhatian darinya.
"Bukankah ayah sudah memberiku hadiah ulang tahun kemarin? Aku tidak mengapa jika tak dirayakan. Lagi pula Jungkook sedang sakit. Kondisinya sekarang lebih penting dari pesta ulang tahunku." Jawab Taehyung getir. Ia memang tak mempedulikan pesta ulang tahunnya sekarang. Yang sedang ia pikirkan hanyalah Jungkook. Adiknya harus segera bangun dan kembali sehat seperti semula.
Namjoon yang mendengar jawaban yang tak ingin ia dengar itupun sedikit murka. Lagi-lagi karena Jungkook. Rencana ingin membahagiakan Taehyung dan memamerkan putra terhebatnya pada semua teman-temannya mengalami kendala.
"Lagi-lagi karena bocah sialan itu! Taehyung, ayah sedang berbaik hati padamu. Jangan buat emosiku menjadi naik lagi!" Seru Namjoon.
"Turuti apapun yang ayah katakan! Tidak ada penolakan jika kau tetap menginginkan anak itu tinggal disini!" Ancamnya yang membuat Taehyung tak dapat percaya dengan ucapan orang tua itu.
"Ayah bahkan merencanakan hal buruk itu? Apakah Ayah ingin membuang Jungkook? Setelah semua yang ayah ketahui?" Tanya Taehyung menggeleng pelan, tak mengira pikiran ayahnya seburuk itu. Air matanya bahkan telah menggenang di pelupuk.
"Jungkook itu anak kandung ayah. Dia bukan orang lain disini. Seharusnya ayah menjaganya dan mendoakan agar Jungkook bisa kembali sehat dan pulang ke rumah ini lagi. Bukan malah semakin membencinya hanya karena paman Seokjin!"
"Taehyung hentikan!!!"
"AYAH YANG BERHENTI!!!!"
Plak!!
Bentakan Taehyung untuk yang pertama kalinya dibalas dengan tamparan mulus di pipi tirusnya. Taehyung menatap sang ayah dengan senyuman kecut. Tak menyangka ayahnya berani menamparnya seperti ini. Pipinya sangat perih, namun tidak lebih perih dari apa yang Jungkook alami selama hidupnya.
"Kau sudah berani membentakku, Taehyung??!!! Hanya karena bocah cacat itu, hah?!" Kedua tangan Namjoon mengepal kuat. Hanya satu yang menyebabkan semuanya kacau. Jungkook. Taehyung bahkan tak mau menuruti perkataannya lagi karena Jungkook.
Taehyung benar-benar muak dengan ayahnya. Semua yang terjadi seolah-olah hanya kesalahan Jungkook. Bahkan adiknya itu masih terkapar tak sadarkan diri di rumah sakit, sendirian, masihlah sang ayah menyalahkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadow (I'm Living On)
Fiksi PenggemarAnak yang memiliki keterbelakangan mental, akankah diperlakukan dengan tidak manusiawi? Ukuran seberapa besar kasih sayang manusia bukan karena fisik maupun psikisnya. Semua anak berhak atas kasih sayang dari orang-orang terdekatnya. Begitupula deng...
