Dengan langkah terburu-buru Justin segera memasuki lobi hotelnya, diikuti Jeremy dan Nana di belakang. Langkahnya yang tegas menandakan jika Justin sedang menghadapi masalah yang harus ia selesaikan sekarang juga.
Beberapa pegawai hotel yang berada di lantai bawah segera membungkuk hormat melihat atasannya tersebut datang dengan pandangan mata yang terus menajam.
Ekspresinya begitu serius menyapa beberapa kolega yang juga datang untuk rapat yang di adakan secara mendadak. Justin segera berbaur dengan beberapa kolega tersebut lalu pergi lebih dulu ke ballroom hotel di mana rapat akan segera berlangsung. Sebelum Jeremy dan Nana menaiki lift menyusul atasan mereka Nana lebih dulu menarik lengan jas Jeremy dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Apa ada masalah serius ?"
"Soal skandal berita tentang pak Justin akhir-akhir ini semakin memanas. Ditambah lagi proses pembangunan hotel baru JEON C. harus terhenti sementara karena adanya berita penggelapan dana. Kami harus rapat untuk menyelesaikan masalah ini."
"Sepertinya aku tidak di butuhkan, aku menunggu di lobi saja sampai kalian selesai."
"Kau yakin ?"
Nana mengiyakan yang akhirnya Jeremy pergi sendiri menyusul atasannya tersebut.
Ada perasaan ragu, untuk saat-saat seperti ini Nana merasa tidak berguna, tidak bisa membantu apa pun. Ia hanya bisa berharap jika Justin bisa menyelesaikannya, skandal-skandal sekaligus berita-berita tentang perusahaannya yang di tuduh melakukan penggelapan dana, semoga Justin bisa menyelesaikannya secepatnya.
Nana menatap lesu pintu lift yang sudah tertutup rapat membawa Jeremy pergi. Ketika ia berbalik dan hendak melangkah pergi, tak sengaja ia menabrak seorang wanita sampai keduanya hampir terhuyung jatuh. beberapa bodyguard bersetelan hitam yang menjaga wanita itu langsung sigap menahan tubuh ramping atasannya sekaligus merentangkan kedua tangannya agar Nana segera menjauh.
"Hati-hati nona ... " Tutur salah satunya.
"Maaf ... Maaf saya tidak hati-hati."
Wanita itu sempat berucap tidak apa-apa sebelum berhasil menstabilkan posisinya kembali. Wanita cantik dengan rambut dark brown tergerai itu menatap intens ke arah Nana dengan ekspresi terkejut. Sesaat setelah pintu lift terbuka kembali, para bodyguard itu langsung mengarahkan atasannya tersebut untuk segera masuk. Justru wanita tersebut tidak menghiraukan dan terus menatap Nana dengan tatapan penuh tanda tanya.
Nana yang merasa tak enak hati segera membungkuk kembali sebagai tanda maafnya, kemudian memundurkan langkah untuk segera pergi. Namun detik selanjutnya, wanita itu langsung menahan lengan Nana. Netra hitamnya segera melihat kearah tangan kiri Nana yang berhasil ia tahan, dan berhasil menemukan sesuatu yang membuatnya tertarik di sana. Gambaran bulan sabit kecil milik Nana.
Nana yang merasa tak nyaman segera menarik diri, memberi jarak.
"Maaf ... " Ucap wanita itu setelahnya. "Kita pernah bertemu sebelumnya ?"
Nana tak ingat, lebih tepatnya tidak tahu. Nana banyak bertemu dengan orang-orang baru akhir-akhir ini. Dan untuk pertemuan mendadak kedua kali yang ia ingat hanyalah Chan.
"Di trotoar saat itu ... Kita bertabrakan, kau tidak ingat ? Berkas-berkas pentingku sampai jatuh berhamburan." Ucap wanita itu lagi.
Setelah diam beberapa detik, akhirnya Nana mengingat peristiwa lama itu. Saat Nana terburu-buru berangkat kerja dan tak sengaja menabrak seseorang di jalan, yang saat itu Nana sempat mengira kalau wanita ini akan mengadukannya ke orangtua atau ke polisi karena kejadian tak sengaja itu. Tapi ternyata tidak terjadi apa-apa setelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hurt's
RomanceJudul sebelumnya, Bad Guy : Better life *** Bahagia? Kim Nana hampir lupa apa itu rasanya bahagia. Semua hal yang ia jalani saat ini hanya bergantung pada rasa syukur yang ia buat sekokoh mungkin. Ia kira semuanya akan berjalan dengan baik-baik sa...
