Malam sebelum itu...
"—Aku pulang!"
Pria paruh baya muncul dari lorong arah pintu keluar. Masih mengenakan setelan kerja lengkap serta membawa tas kantor yang ia bawa di tangan kanannya. Ketika sepasang mata pria itu tak sengaja bertemu dengan mata hitam milik Nana, dunia serasa berputar dan semuanya mendadak gelap.
Tubuh Nana ambruk begitu pria itu berdiri tepat di hadapan Nana.
Michele dan Chan yang baru saja kembali dari kamar terkejut bukan main melihat Nana sudah tak sadarkan diri di atas kursi sofa.
"Nana!" Chan berlari menghampiri wanita itu, memasang raut penuh tanya pada Han di sampingnya.
"Sayang, apa yang terjadi padanya ?"
"Aku tidak tahu, begitu aku masuk wanita ini tiba-tiba pingsan." Sementara Chan masih cemas, berusaha menyadarkan Nana. "Siapa wanita ini ?"
"Dia Kim Nana temannya Chan."
"Ma, aku akan membawanya kerumah sakit." Buru-buru Chan meraih tubuh wanita lemah itu ke dalam dekapannya.
"Kalau begitu mama ikut, mama takut kalau dia menderita alergi atau semacamnya setelah memakan makanan buatan mama. Sayang, kau istirahat saja dulu aku akan segera kembali jika nona Kim sudah sadar."
"Iya sayang, jangan khawatir. Hati-hati di jalan ya, Chan jangan ngebut."
Tak mempedulikan nasehat ayahnya, Chan lebih memilih segera pergi sebelum terjadi hal yang tidak-tidak pada Nana.
Sementara Chan dan Michele sedang dirundung kekhawatiran besar. Justru Han merasa sangat santai melihat wanita itu pingsan tak sadarkan diri. Tangan kirinya merogoh sesuatu ke dalam kantong jas kerjanya, sebuah ponsel. Mencari nomor seseorang kemudian menelefonnya.
"Halo, pengacara Samuel Ahn..." Sapanya begitu sambungan telefon itu tersambung, "...anda sedang bersama Bu Sara saat ini ?"
"Benar pak Han, kami sedang berdiskusi mengenai...."
"Kalau begitu bisakah aku bicara sebentar padanya ?" Begitu pengacara tersebut menyanggupi, Sara tidak bisa memendam kekesalannya lagi.
"Brengsek! Mau apa lagi kau!"
Secara spontan Han menjauhkan ponsel tersebut dari telinga, "Ck! Tenanglah, kenapa begitu kesal kepadaku, sudah kubilang bukan aku yang menyerahkan bukti CCTV dan sidik jari itu ke polisi. Bukankah kau sendiri yang seharusnya mengurus hal itu ?"
"...Hah! Kau mau berlagak membela diri ya ? Kau pikir aku akan percaya ? Tidak akan! Tunggu saja, aku akan membongkar semua kebusukan mu pada hakim, Han! Lalu aku akan membongkar semuanya di hadapan istri polosmu itu!"
Apa itu sebuah ancaman ? Han tidak terlalu menanggapi, sebelum itu terjadi, Han pasti akan lebih dulu mendapatkan kabar kematian dari partner kerjasamanya itu.
"Ya, ya terserah, aku tidak peduli. Sebenarnya, aku menelfon karena ingin memberitahukan sesuatu...tentang anak itu."
"Anak itu ? Ma— maksudmu Nana ?"
"Siapa lagi ? Aku tidak tahu kalau dia datang ke villa bersama putraku." Tatapan Han berubah menjadi ancaman. "Sepertinya, anak itu mulai curiga padaku, pasalnya tiba-tiba saja dia pingsan saat kami tidak sengaja saling berpandangan, aku takut hal itu mampu memicu ingatannya di masa lalu..."
"Sudah ku bilang, anak itu —milikku!"
Han mendesah kecil, "Lalu bagaimana caramu menyingkirkan anak itu kalau kau sendiri mendekam di penjara ?" Tidak! Kali ini Han sendiri yang akan mengurus anak itu. Lagi pula, anak buah Han lah yang selama ini membantu Sara mendapatkan segala hal yang ia inginkan. Kali ini Han tidak akan lengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Hurt's
RomanceJudul sebelumnya, Bad Guy : Better life *** Bahagia? Kim Nana hampir lupa apa itu rasanya bahagia. Semua hal yang ia jalani saat ini hanya bergantung pada rasa syukur yang ia buat sekokoh mungkin. Ia kira semuanya akan berjalan dengan baik-baik sa...
