Part. 15 | Justin's Past

160 35 3
                                        

Nyonya Choi membanting ponselnya ke meja begitu keras. Ia benar-benar marah karena ia tak berhasil menemukan info apa pun tentang Kim Nana. Ia juga sudah menyewa beberapa hacker namun hasilnya tetap nihil. Ahjussi yang kemarin bekerja sama dengan nyonya Choi juga tak bisa dihubungi sama sekali, juga tak bisa dilacak.

"Apa gadis itu sudah mati? Tapi dimana mayatnya?" Gumam nyonya Choi.

Pikiran nyonya Choi semakin kacau, ditambah lagi masalah perusahaan yang semakin runyam, belum lagi ada beberapa berita tentang dirinya beredar karena melakukan penipuan dan pemalsuan barang-barang branded. Belum lagi kelakuan Sana yang selalu membeli barang-barang mewah padahal keuangan perusahaan sedang kacau. Ia malah beberapa kali mentraktir teman-temannya liburan ke pulau Jeju.

Sementara ditempat Justin, ia terlihat sangat tenang. Tak lagi khawatir karena Nana aman bersamanya. Ah, ngomong-ngomong soal ahjussi yang menyekap Nana, Justin sudah mengurusnya hingga tak ada satu orang pun yang akan tahu di mana ahjussi itu sebenarnya, Justin sudah menghapus rekam jejaknya juga.

Ahjussi itu adalah manajer keuangan departemen perancangan di salah satu perusahaan Justin. Tak hanya melakukan penyekapan tapi juga melakukan hal-hal yang melanggar peraturan kerja seperti ke klub saat jam kerja dan melakukan korupsi sehingga membuat nama baik perusahaan tercemar, karena perbuatannya itu Justin melenyapkan semua data yang berkaitan tentang mantan manajer keuangan bernama Lee Jang itu dari data negara. Justin juga mengasingkannya ke sebuah pedesaan terpencil, jauh dari kota.

Dan panjang umur, baru saja pak Lee Jang melakukan panggilan lewat telefon umum kepada Jeremy. Katanya ada hal penting yang ingin ia bicarakan pada Justin, ini menyangkut soal Nana. Tentu Justin tak menolaknya, apa pun yang menyangkut tentang Nana, Justin akan melakukan yang terbaik.

Hari ini secara khusus Justin datang ketempat dimana pak Lee Jang di asing kan. Justin sedikit menaruh curiga pasalnya pak Lee Jang tidak melakukan panggilan lewat ponsel pribadinya, melainkan lewat telefon umum.

Ia menjelaskan semuanya, jika ia sedang di cari-cari oleh orang yang Justin kenal, yakni nyonya Choi. Ia juga memberi tahu Justin apa yang belum Justin ketahui sebelumnya. Tentang rumor yang ia dengar.

"Lalu, apa ceritamu itu bisa aku percaya? Setelah semua yang kau lakukan?" Telisik Justin.

"Tapi saya mengatakan yang sebenarnya. Anda tahu jika saya tidak akan pernah berbohong pada Anda, pak Justin."

"Kau tahu aku bisa melenyapkan mu dari dunia ini jika kau sembarangan memberikan informasi."

"Saya tahu. Oleh karena itu saya bicara jujur pada anda, saya dengar anda sedang menyelidiki kasus ini."

"Memang benar. Lalu apa maumu setelah memberiku informasi seperti ini ?"

"Saya tidak menginginkan apa pun, cukup selesaikan saja masalahnya, saya tidak mau di ganggu oleh nyonya Choi lagi." Jelas pak Lee Jang.

Justin tampak berpikir keras, menimbang dan memilah keputusan mana yang akan ia ambil, yang jelas ia harus punya strategi agar tidak terjebak. "Kau mau hadiah ?"

"Tidak pak Justin. Saya sudah cukup menikmati keadaan saya yang seperti ini."

"Bagus. Tapi aku punya pertimbangan. Aku akan membebaskanmu jika kau bersedia melakukan apa yang ku suruh."

"Di bebaskan?"

Justin mengangguk dan tersenyum picing. Sudah ia duga jika pak Lee Jang akan tertarik dengan tawarannya. "Ehmm, tapi bukan berarti aku tak bisa menemuimu lagi jika kau berbuat macam-macam."

"A--apa itu ?" Tanya pak Lee Jang.

Justin mencondongkan tubuhnya kedepan. "Hanya mengulik kehidupan nyonya Choi lebih dalam. Aku ingin tahu semuanya."

Love Hurt'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang