Part. 25 | Psychological Disorders ?

137 24 3
                                        

"... Berita kilat malam ini, kabar duka datang dari ketua partai Kesejahteraan, Lee Jony. Istrinya, Diana Co mengalami kecelakaan tunggal di jalan persimpangan menuju Gangnam. Menurut hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan jika mobil yang dikendarai Diana Co mengalami rem blong, di duga istri dari anggota dewan tersebut mengalami panik dan langsung banting setir ke kanan, menyebabkan mobil yang ditumpanginya menabrak pembatas jalan dan terguling. Korban langsung meninggal di tempat, dan saat ini jenazahnya sedang di bawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan otopsi... Sementara ini, pak Jony sendiri sedang dalam perjalanan pulang dari urusannya di luar negeri... Pihak keluarga sedang...  "

Sara kembali mengangkat cangkir tehnya ke udara, menghirup aromanya sebentar lalu menyeruputnya sedikit. Bibirnya langsung menungging kan senyum tatkala berita di televisi itu semakin ramai di perbincangkan.

Namun, pandangannya langsung beralih, ketika tahu putrinya baru saja sampai di ruang tamu. Memicing samar sambil melihat ke arah televisi. Raut wajahnya langsung berkerut kesal, meski tak begitu ditunjukkan. Agaknya putrinya itu sedang mabuk.

Wanita muda itu langsung memutar kedua bola matanya malas, jengah. Bisa ia tebak, jika ibunya adalah salah satu dalang dari kecelakaan istri anggota dewan tersebut. Sana lebih memilih untuk segera memutar langkahnya, menuju tangga.

"Kau dari mana ?"

"Bukan urusan eomma... "

"Bukankah eomma menyuruhmu untuk segera mengurus hubungan Nana dan Justin ?"

Sana berhenti di ujung tangga bawah. Kesadaran dirinya yang semula hampir hilang kini naik menjadi setengah setelah mendengar nama Nana. Ia menarik nafas berat sambil mendesah kecil. Masalah yang semula hilang karena alkohol kini timbul lagi. Sana mengumpat di dalam hati, harusnya ia tak pulang malam ini.

Yang ia harapkan sampai di rumah ialah otaknya bisa istirahat sejenak, tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi, sampai kapan pun.

"... Aku sudah mengurusnya, eomma tak perlu khawatir, karena aku mencintai Justin maka tak akan kubiarkan mereka bersama."

Sara menungging kan senyum di sudut sana. "Apa Nana sudah berhenti dari Jeon C. ?"

" ...tentu saja, dia pasti sudah melakukannya, bukankah dia selalu tunduk pada —kita?" Tutur Sana basa basi.

Sara semakin mengembangkan senyuman mautnya, "bagus, menjadi pelacur saja sudah sangat cocok untuknya. Tidak perlu bekerja di perusahaan segala."

Sana terus berekspresi dingin tak ingin menanggapi,

"Besok bangunlah pagi, kau harus hadir di acara seminar yang diadakan di Gwangju mewakili perusahaan, eomma tidak bisa pergi ke luar kota karena eomma masih dalam tahap pemeriksaan kepolisian."

"... Tidak mau."

"Sana!, setidaknya kau harus belajar tentang perusahaan, siapa yang akan mengurus perusahaan kalau eomma tiba-tiba pergi menemui ayahmu."

Dengan langkah malas, Sana berhenti lagi setelah berhasil menapaki beberapa anak tangga, "Tidak mau, suruh pacar eomma saja, bukankah dia COO yang hebat ?" Bukan bertanya, lebih tepatnya menyindir.

Sana sudah ingin pergi, namun ia berhenti dan memutar tubuhnya lagi, "lagipula eomma mau menemui ayahku yang mana ? Aku punya dua ayah, dan dua-duanya sudah pergi."

"Sana!"

Dengan kekesalan luar biasa, wanita muda itu sudah hilang di balik tangga. Sepertinya mabuk membuat otaknya jadi konslet.

Love Hurt'sCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang