Cinta pandangan pertama itu memang beneran ada, sama halnya yang dialami oleh Kira. Dia tiba tiba jatuh cinta sama seorang siswa, hanya karena orang itu membantunya.
Simpel bukan? Tapi menurutnya, kejadian itu adalah suatu hal yang sangat spesial.
K...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
I'm not okay, but it's okay.
15. She
🌟🌟🌟
"Kok bisa bisanya sih, lo nggak nolak pas di papah Kevin tadi? Gue nggak nyangka loh," ujar Ava seraya memasukkan barang barangnya ke tas.
Setelah jam pelajaran olahraga selesai, bertepatan pada jam istirahat. Tiba tiba ada pengumuman kalau seluruh guru akan mengadakan rapat sekarang.
Maka dari itu para murid di pulangkan sebelum waktunya. Tentu saja hal itu membuat murid murid Harapan Bangsa sangat senang.
"Gimana mau nolak, pala gue aja masih pusing banget tadi," balas Kira yang kini sudah menenteng tasnya.
"Awas tar clbk," goda Ava. Hanya ia yang masih membereskan barang barangnya karena daritadi mulutnya terus mengoceh.
"Lo kali itu mah," balas Kira tak terima.
"Duluan aja yuk Kir, lama banget daritadi," ujar Manda kesal.
Ava membelalak, seketika ia buru buru memasukkan barang barangnya ke tas dengan cepat. "Iya iya, bentar napa elah. Barang barang dalem tas gue juga perlu di tata kali!"
Manda memutar kedua bola matanya malas. Setelah selesai menunggu Ava mengemasi barangnya, mereka bertiga keluar dari kelas.
Hari ini karena mereka pulang cepat, mereka berniat jalan jalan ke mall dan tak lupa sekalian membantu Kira mencari pekerjaan sampingan.
Ava menyenggol bahu Kira, saat mereka sudah sampai di parkiran. Menunggu Manda yang tengah mengambil mobilnya.
"Apaan sih?" Ujar Kira penasaran pada Ava.
Ava menunjuk sesuatu menggunakan matanya, Kira pun mengikuti arah pandangan perempuan itu.
"Alaksa tuh," ujar Ava.
Kira mengangkat sebelah alisnya. "Ya terus?"
Ava berdecak. "Ya samperin lah, katanya mau deketin dia."
"Terus nanti pas udah gue samperin gue ngomong apa? Masa diem aja?"
Ava mendengus jengah. "Ya lo ajak ngobrol lah, basa basi kek, ajak pulang bareng kek!"
Kira membelalak. "Gila kali! Masa gue yang ngajak pulang bareng?"
"Ya nggak apa apa lah, namanya juga pdkt!"
Kira menggeleng. "Gue cewek! Gengsi lah!"
Ava berdecih. "Masih bisa bisanya mikirin gengsi?! Lo mau dia di ambil cewek__"