30.💫

21 6 3
                                    

30

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







30. Sahabat dari kecil




🌟🌟🌟


Kira terkekeh sinis, ia berfikir Melvin hanya berbual supaya ia dan Alaksa jauh. "Lo tuh sama kayak Kevin, tau nggak."

Melvin menghela napasnya. "Jangan samain gue sama Kevin Kir, jelas jelas gue liat mereka dengan mata kepala gue sendiri."

"Sorry Mel, gue nggak bisa percaya sama lo." Kira sudah akan berdiri, namun Melvin langsung menahan tangan perempuan itu.

"Terserah kalo lo nggak percaya sama gue. Tapi asal lo tau Kir, gue nggak pernah sekali pun ngebela ataupun ngebenerin apa yang udah Kevin lakuin ke elo. Gue masih nganggep lo sahabat gue Kir, sama kayak dulu kita masih kecil. Gue ngelakuin ini karena emang gue nggak mau lo sakit hati lagi." Jelas Melvin.

Kira langsung mendelik pada laki laki itu, saat mendengar kalimat terakhir dalam ucapan Melvin.

"Lo ngasih tau gue Alaksa pergi karena biar gue nggak sakit hati? Kemaren kemana aja Mel?! Lo kemana aja waktu Kevin tiba tiba nembak gue, padahal lo sendiri tau kalo Kevin itu sukanya sama Maya! Kemana aja Mel?! Kenapa lo nggak larang Kevin ngelakuin itu, hah?!" Balas Kira dengan nada yang cukup tinggi.

Untung saja semua ekskul di sekolah sudah selesai, para murid pun hanya tersisa beberapa di sekolah. Sedangkan di kantin, kini hanya ada mereka berdua dan juga para penjual.

Melvin terdiam dengan pandangan yang masih menatap Kira, sedangkan Kira yang matanya sudah berkaca kaca hanya mampu mengalihkan pandangannya.

"Gue nyesel banget waktu itu cerita ke elo, tentang perasaan gue ke Kevin...kalau tau semuanya bakal kayak gini, mungkin lebih baik gue pendem aja waktu itu perasaan gue ke Kevin." Kira tak dapat menahan air matanya, yang saat ini perlahan jatuh ke pipinya.

Melvin menatap Kira lirih, padahal waktu kecil dia dan Kevin selalu memarahi jika ada anak kecil lain yang membuat Kira nangis. Namun kini malah ia yang membuat perempuan itu menangis.

"Maafin gue Kir...gue mabuk waktu itu, gue nggak sengaja ngasih tau itu semua ke Kevin. Gue juga nggak tau Kevin bakal ngelakuin itu ke elo, gue juga awalnya ngira dia beneran punya rasa ke elo."

Melvin menggenggam tangan Kira dan menatap perempuan itu dengan wajah bersalah.

"Gue yang salah disini Kir, Kevin mungkin nggak bakal ngelakuin itu ke elo kalo gue nggak ngasih tau ke dia. Lo pantes marah kok Kir ke gue, tapi tolong Kir lo maafin Kevin ya. Dia ngelakuin itu karena sebenarnya dia juga sayang sama lo sebagai adik Kir, karena dia mikir dengan macarin lo, lo bakal bahagia. Kita berdua sama Kir, kita mau lo bahagia. Karena gue sama Kevin udah nganggap lo sebagai sodara kita juga Kir."

Kira menatap Melvin lirih, kemudian menggeleng kecil. "Gue nggak bisa..." gumamanya, dan saat itu juga Kira berlalu meninggalkan

Kali ini Melvin membiarkan Kira pergi, sebenarnya ia juga tak tega dengan perempuan itu.

OUR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang