Pagiii cintakuuuu ( ˘ ³˘)♥
Have a great day!~ ( ◜‿◝ )♡
Jangan lupa sarapan, mandi, belajar online wkwk..
Jangan lupa juga follow dan tinggalkan jejak di akun butut ini yaa
(◍•ᴗ•◍)❤
Dah, Neoo kebiasaan banget banyak bacot.. (ب_ب)
Happy Tummy, Happy Reading!~
(っ˘з(˘⌣˘ )
-
-
-
Day 5
Mari sesekali kita tilik dari sudut pandang seorang Mark Lee.
Lelaki itu baru saja terbangun dari tidurnya pagi ini, dan secara tiba-tiba mengerang kesal seraya mengacak surainya yang sudah semrawut menjadi kian tak berbentuk.
"Argh, goblok banget gue! Geli banget! Semalem lu ngomong apaan sih ke Haechan, Bangsat!" Geramnya, bukan pada siapa-siapa, melainkan dirinya sendiri.
Kepalanya kembali memutar kilas balik kejadian semalam di depan restoran Italia, kala gadis itu merengek tak henti mempermasalahkan penampilannya yang menurutnya sangat tidak layak berada di sana.
Terkadang ia tak mengerti dengan pola pikir perempuan, yang mana segalanya harus berpatok pada penampilan. Bagi mereka, cantik itu bertubuh langsing, berkulit putih, berpipi tirus, berpinggang ramping, berkaki jenjang, dan lain sebagainya. Belum lagi jika dikaitkan dengan fashion. Oh, ia rasa satu buku tebal pun takkan cukup untuk membahas hal itu.
Begitu pun dengan Haechan, Mark sama sekali tak mengerti apa yang membuat gadis itu hilang kepercayaan diri. Jika dilihat dari segi pakaian, ia rasa tak ada yang salah dengan oversized sweater bercorak belang lavender itu, dan cocok saja dengan celana hitam yang melekat di kakinya. Lalu, wajahnya juga tidak jelek.
Nah ini dia yang menjadi sumber sakit kepalanya.
Harus ia akui, Haechan itu cantik, cantik sekali, meski memiliki kulit agak kecoklatan, namun hal itu sama sekali tak mengurangi kadar kecantikannya, malah membuatnya terkesan manis nan seksi, bak karamel. Jangan beritahu Haechan jika Mark menggunakan perumpamaan bahan makanan manis itu untuk dirinya, takut membuat gadis itu terbang ke kahyangan.
Oke, kembali lagi pada sosok Haechan di mata seorang Mark Lee. Haechan tidak pendek, namun juga tidak begitu tinggi, tinggi gadis itu hanya mencapai bibirnya, dan ia sama sekali tak keberatan dengan itu, malah membuatnya gemas dan merasa pas saja untuk dipeluk. Uhuk.
Ya, sesempurna itu Haechan di matanya. Sejak dulu Haechan itu cantik di matanya, namun kelakuannya itu yang membuat Mark mengesampingkan fisik indah itu, dan memilih berperang argumen dengannya.
Oke, Haechan itu cantik. Sudah berapa kali disebutkan di sini, namun Mark sangat merutuki mulut bodohnya semalam yang dengan terang-terangan, to the point, tanpa tedeng aling-aling, mengatakan itu kepada orangnya langsung.
"Anjir, sejak kapan sih gue jadi keju gini? Mampus, mau ditaro mana muka gue kalo ketemu dia?" Gerutuan lagi yang memenuhi ruang kamarnya.
Ya, kalian tentu ingat saat di mana Mark menuturkan kata-kata pujian untuk Haechan malam tadi. Bahkan sejak mengatakan hal itu Mark terus-menerus mengalihkan pandangannya, tak berani menatap gadis itu, dan berujung gadis itu yang menekuk wajahnya sebal, dan lebih memilih berkutat dengan ponselnya.
Lelaki yang lahir dan besar di Kanada itu melirik jam digital di nakas ranjangnya, menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Ia harus bergegas agar tak terlambat masuk kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
