Maaf zhayeeeennggg cintakuuuu kemarin aku ga up, karena sibuk bantuin masak² wkwk
Semoga ga bosen ya nunggu dan baca ff ini..
Love you, guys ( ˘ ³˘)♥
Jangan lupa tinggalkan jejak, yaa
( ◜‿◝ )♡
Happy Tummy, Happy Reading!~
(◍•ᴗ•◍)❤
-
-
-
"Utututuuuu tayangnya Echanduuuttt jemput nih, yee.."
Sumpah, dari sekian banyak mahasiswa di kelas itu mengapa harus Daehwi yang pertama kali keluar dan menyapa --atau mungkin meledeknya dengan suara kencang cenderung cemprengnya, membuatnya otomatis menjadi bahan tontonan.
Disini ada jurang terdekat ga, sih? Pengen gue ceburin beneran ni anak.
"Young, pacar lu dikasih makan towa ya? Kenceng amat suaranya." Mark menatap Jinyoung yang lagi-lagi hanya bisa memberikan cengiran canggungnya.
Ya, mereka tadi menunggu pacar masing-masing di depan kelas, dan Mark bersyukur, setidaknya ia tidak akan mati bosan menunggu gadisnya selesai kelas.
"Kak, udah lama?" Beruntung Haechan cepat keluar menghampirinya, ia sudah tidak tahan dengan tatapan Daehwi yang tengah sibuk menutupi mulutnya dengan kedua alis yang dinaik-turunkan. Sungguh, menguji kesabaran Mark saja.
"Udah selesai?" Tanya Mark, tangannya terangkat untuk merapihkan anak rambut yang berjatuhan menutupi wajah menggemaskan itu, menyelipkan di belakang telinga.
"Udah, dong. Yuk, sebelum ni titisan dakjal ngoceh lagi, bikin polusi suara." Mark tertawa gemas, kemudian mengecup puncak kepala si cantik.
Haechan sepertinya sudah terbiasa dengan hal itu, gadis itu malah semakin merapatkan tubuhnya dengan Mark. Namun, berbeda halnya dengan Daehwi dan Jinyoung. Mungkin wajah Jinyoung yang terlihat lebih shock.
"Duluan ya," pamit Mark seraya menepuk dua kali bahu kiri sang kapten basket.
"I-itu.. beneran kak Mark, by?" Gumamnya seraya menatap shock punggung Mark dan Haechan yang sudah berbelok di ujung sana.
"Kek nya beneran kesambet deh kayak yang dibilang adeknya." Sahut gadis Lee itu, mengikuti arah pandang sang pacar.
"Gila, aku ga pernah liat kak Mark kek gini, by. Biasanya kalo lagi ada kumpul UKM dan latihan mukanya garang, jutek, dingin, asem, apalagi kalo lagi badmood, bawaannya kek malaikat pencabut nyawa. Tapi.. itu tadi.. kek nya beneran fix kesambet deh, by."
"Yuk, doain biar setannya cepet keluar, by." Dan setelah celotehan gadis itu, keduanya kompak mengatupkan kedua tangan, siap berdoa.
***Day 30***
"Tau ga tadi ternyata tugasnya dikumpul lusa, Mark. Ngeselin banget ga, sih? Tau gitu aku ga usah ngerjain aja tadi." Mark sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik kala gadisnya sibuk mengoceh mengenai kehidupan kampusnya.
"Ya ga gitu, Chan. Kan jadinya sekarang kamu udah tenang, ga usah hectic lagi ngerjain tugas, dan tinggal ngumpulin aja pas lusa."
Haechan menganggukkan kepalanya dengan gaya kebapakan, "iya sih, bener juga."
"Kamu mau makan apa nanti?" Kini giliran Mark yang memulai percakapan.
Wajah gadis itu lantas berseri dengan kedua mata berbinar penuh harap. "Aku mau Big Mac, Prosperity Burger, Cola, French Fries, Spicy Chicken Ball, sama es krim Mic Fluffy."
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
Fiksi PenggemarDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
