Haaaii haloooo annyeong~
Janjinya kemarin, datengnya sekarang, dasar Neoo 🤧
Maaf ya, Neoo ada kerjaan baru, jadi harus pegang itu. Alhamdulillah dikasih rejeki berlimpah, dinikmatin aja walaupun badan pegel reunteuk yaa 😚
Kalian kangen ga sama Neoo??
Masa Neoo kangen banget sama kalian 😭😭😭
Sumpah, ga perez, beneran kangen..
Kangen ngebacain komen kalian yang lucu-lucu, kangen adu bacotan sama kalian, pokoknya kangeeeennn bangeeettt 😭😭😭
Ayooo, dikit lagi itu nyampe 70 followers, ayo semangat!! Jangan lupa FOLLOW yaa ..
Nanti begitu nyampe 70 followers Neoo kasih hadiah, deh.. 😘😘💚💚
Jangan lupa tinggalkan jejak petualang cintakuuuu 💚💚💚
Langsung aja , yuk..
Cuuusss!~
Happy Tummy, Happy Reading!~
(っ˘з(˘⌣˘ )
.
.
.
Day 17
.
.
.
Mark mengerang seraya memegangi kepalanya yang terasa bak dihantam godam. Tangannya meraba nakas untuk mengambil ponsel yang ia letakkan di sana.
Membuka kunci layarnya, melihat jam di sana setelah ia mematikan alarmnya. Hari ini Haechan ada kelas pagi, dan ia harus mengantarnya.
Menatap wajah cantik Haechan di layarnya, ia sengaja memasang foto gadisnya sebagai wallpaper layar ponselnya.
Teringat akan sosok itu, sosok yang hanya menatapnya bingung kala ia mengungkapkan bahwa ia menyayanginya.
Haechan bergeming, tak menjawab iya atau tidak, tak ada penolakan pun sambutan hangat, membuatnya kini dihantam beribu pertanyaan, bahkan sejak ia berhasil berlabuh ke alam mimpi semalam.
Ah, benar. Ia harus mengantar gadisnya ke kampus pagi ini. Tapi kepalanya seolah tak bisa diangkat dari bantal.
Matanya terasa berat serta wajahnya bak terbakar. Oh tidak, sepertinya ia benar-benar sakit sekarang.
Rasanya ia takkan bisa mengantar gadisnya pagi ini, ia harus menelepon seseorang untuk menggantikan tugasnya. Kasihan Haechan jika tidak ada yang mengantar ke kampus.
Satu-satunya yang ada di kepalanya adalah Jeno, pelaku tunggal dari raibnya eksistensi jas hujannya yang lain. Setidaknya Jeno harus sedikit bermanfaat karena sedikit banyak sudah membuatnya sakit hari ini.
// "Yoo, Bang?" //
Sapaan dari pemuda itu begitu sambungan teleponnya diangkat.
"Di mana lu? Tolong jemput Haechan di rumah, anterin ke kampusnya."
// "Lah, biasanya lu. Emang kenapa?" //
"Gue lagi kurang sehat, No. Tolongin, gue sakit karena kehujanan dua hari berturut-turut, gue kehujanan karena jas hujan gue ga dibalikin sama lu dari jaman Majapahit."
// "Kok lu jadi nyalahin gue, Bang? Jahat bener." //
"Mau ga? Kalo ga mau, say goodbye untuk tiket makan gratis di restoran Buffett terkenal di Gangnam. Kebetulan gue punya dua. Katanya lu mau ngerayain anniversary bareng Jaemin, 'kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
Fan-FictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
