Day 9

2.3K 261 94
                                        

Yuhuuuu
Tadinya mau up semalem, tapi ngantuk banget, jadi mundur sekarang deh..

Gimana PJJ kalian hari ini??
Semangat terus yaa ( ˘ ³˘)♥

Jangan lupa tinggalkan jejak, cintakuuuu 😘😘😘

Happy Tummy, Happy Reading!~
( ◜‿◝ )♡

.
.
.
.


Day 9

.
.
.
.

Mark melirik sinis Lami yang tengah memasang senyum sumringah khas senyum selebrasi di kursi yang biasa diduduki Haechan. Namun, adiknya itu sama sekali tak peduli dengan tatapan sinisnya, malah asik bersenandung mengikuti irama lagu yang dikeluarkan ponselnya kala gadis muda itu tengah menonton salah satu video musik dari boygroup yang ia gandrungi ---NCT Dream--

Sudah sejak pagi tadi ia merutuk tak henti-hentinya di dalam hati, dan itu semua dikarenakan Lami.

Jadi, dikarenakan adiknya melihat posting-an di akun media sosial Haechan, gadis muda itu pun merajuk, merengek pada kedua orangtuanya untuk membawanya piknik kecil-kecilan seperti yang dilakukannya dan Haechan secara dadakan kemarin. Mengapa disebut dadakan? Karena jujur saja, mereka sama sekali tak merencanakannya, itu pun hanya karena gadisnya merengek lapar dan meminta jajan beberapa makanan jalanan.

Lami yang iri karena sudah lama tidak berpiknik, ditambah tidak memiliki pacar pun sontak mengusulkan pada sang Ibu untuk mengadakan piknik, dan dengan serta-merta mengajaknya juga Haechan.

Jadi, malam tadi Lami dan sang Mamih mengundangnya dalam panggilan video bersama dengan Haechan yang juga tampak bingung, mengajaknya serta sang pacar untuk pergi piknik bersama.

Ia tahu gadisnya sama sekali tak memiliki kuasa untuk menolak, atau mungkin memang ingin melakukan itu. Entahlah, namun satu yang pasti. Ia jengkel ketika acara berkencannya diganggu-gugat.

Dan saat ini, ia semakin jengkel saja lantaran Lami memilih untuk menumpang di mobilnya, alih-alih ikut di dalam mobil yang ditumpangi Ayah dan Ibu mereka. Mengganggu aktivitas mengemudinya lantaran terus-menerus mengganti saluran radio dan menonton channel YouTube dengan volume full, membuat telinganya pengang.

Semua karena Lami, Mark merutuki sifat sang adik yang begitu pengadu pada kedua orang tua mereka.

Mobil ia hentikan di depan pagar rumah Haechan, diikuti mobil sang ayah di belakangnya.

"Udah kamu ga usah turun lah, Dek. Pindah aja ke belakang sana, atau kalo bisa mah sekalian pindah ke mobil Papih. Jangan ganggu waktu pacaran kakak sama Haechan di mobil."

Lami mencebik menanggapi pengusiran terang-terangan yang dilakukan sang kakak padanya itu, dengan berat hati ia pun membuka pintu mobil, membuat Mark hampir tersenyum penuh kemenangan, namun urung lantaran gadis muda itu hanya pindah ke kursi belakang.

Sialan, gue jadi ga bisa cium-ciuman sama Haechan nanti, 'kan!

"Kok masih di sini? Pindah ke mobil Papih sana." Usirnya lagi, membuat Lami sontak berdecak seraya berkacak pinggang.

"Kok kakak jahat banget sih sama aku? Biarin, nanti aku bilang kak Lucas supaya nikung kak Chan aja dari kakak!" Ancamnya membuat Mark mendelik.

"Tau dari mana kamu soal Lucas?"

Berdecih, "keliatan jelas kali, apalagi waktu kakak belom dateng pas jenguk kak Chan hari Jum'at. Beeeuuuhhh, udah kek pacarnya aja, deh."

"Kok kamu ga bilang sama kakak?!"

30 Days (MarkHyuck GS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang