Waaaahhh..
Berdebu sekali lapak ini 🤧😭
Maaf yaa, guys.. Kemarin itu aku sempat sakit lumayan parah dan harus ada tindakan di meja operasi 😭😭😭🙏🏽🙏🏽🙏🏽
Sumpah, aku kangen banget sama kaliaaaannnn 😭😭😭😭
Kalian gimana kabarnya?
Harus sehat terus yaa..
Banyakin makan, minum vitamin, olahraga, jangan lupa jaga prokesnya, yaa..
Stay safe, stay healthy, cintakuuu 💚💚💚
Maaf banget aku baru bisa up sekarang, do'ain yaa biar aku dilancarkan kerjaannya biar bisa nyisihin waktu juga buat lanjut ngetik..
Maaf aku berulang kali bikin kalian nunggu, kalian kecewa.. Maafin Neoo yaa 🥺🥺🙏🏽🙏🏽
Udah, yuk langsung dibaca aja..
Happy Tummy, Happy Weekend, Happy Reading!~
***Day 21***
.
.
.
.
Mark memijat pangkal hidungnya kala kepalanya kembali terasa sakit. Sebenarnya sejak semalam kepalanya serasa dihujam ribuan bilah pedang, tepatnya sesampainya ia di apartemen usai mengantar Haechan pun Sunoo ke rumah gadis itu.
Melirik ponsel yang ia letakkan di atas meja, tergolek pasrah di sisi kiri piring yang masih terisi porsi sarapannya, masih utuh, bahkan tampilannya masih rapih, belum tersentuh.
Kepalanya memutar percakapannya dengan sang Kakek yang tinggal di negeri berlambang daun Maple.
.
.
.
"Ya, Grandp---"
"Mark, lusa Mina akan tiba di Seoul, tolong jemput dia di Bandara." Sapaannya dipotong oleh suara sang Kakek dengan bahasa Ibunya.
Deg.
Mina kembali. Gadis yang pernah meremukkan hati dan menghancurkan hidupnya akan kembali. Menginjakkan kaki di negara, bahkan di wilayah yang sama dengannya. Sial!
"Tidak bisa, Grandpa. Aku masih harus kuliah." Tolaknya. Ia harus menolak kuat-kuat perintah sang Kakek jika tidak ingin hidupnya ---kebahagiaannya bersama Haechan hancur karena satu sosok yang berasal dari masa lalu.
"Come on, Kid. Apa sulitnya menyisihkan waktu? Dan lagi katanya pesawatnya mungkin akan tiba di jam-jam makan siang. Kasihan kalau ia harus terjebak macet sendirian jika naik taksi."
"Grandpa, aku tidak bisa. Kami sudah putus, selesai. Let me remind you, we ---Mina and I was over. I've a girlfriend now, i won't hurts her. I love her. I don't want her being misunderstand of Mina's existence in Seoul. Please, understand me, Grandpa."
"So what?! What's wrong?! Memangnya pacarmu itu tidak memperbolehkanmu untuk berteman?! Posesif sekali."
"Bukan seperti itu, dia tidak---"
"Berhentilah membantah, Nak. Kau tidak kasihan dengan kami? Para orang tua yang sudah renta ini hanya ingin memiliki cucu menantu seperti Mina. Lagipula Mina juga masih mencintaimu."
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
Fiksi PenggemarDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
