yuhuuuu..
Neoo kambek, nih..
yang nungguin mana nih?
sini cium satu-satu dulu :*
yuk, langsung aja..
Happy Tummy, Happy Reading~
*
*
*
Jaemin menyeruput kembali minuman bubble tea-nya, matanya senantiasa menatap sang sahabat –Haechan— yang tengah berkutat dengan laptopnya, mengerjakan tugas.
Tak bersuara sama sekali, gadis cantik yang semula memiliki surai senada permen kapas itu kini sibuk melahap tteokbokki milik gadis Kim yang masih sibuk, tanpa rasa bersalah apalagi sekedar berbasa-basi meminta izin sang empu. Haechan tak sadar saja, tteokbokki yang dibelinya kini hampir tandas.
Kini Jaemin melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian memandang bosan sekelompok pemuda yang sibuk bermain sepak bola di lapangan fakultasnya.
"Chan, sorry nih gue mau nanya," Ujarnya membuat Haechan berdeham untuk menyahut, namun sepasang matanya masih senantiasa terpaku pada layar digital.
"Lu ke kampus gue cuma mau numpang nugas doang?" Haechan mendengus sebelum menjawab.
"Emang kenapa sih? Ga boleh medit lu, Na."
Jaemin mencebik, "maap-maap aja nih, kalo lu cuma mau numpang wifi kata gue mah percuma aja, Chan. Koneksi wifi sini lemot, ditambah lu lagi, makin lemot aja."
"Ya abis nanggung, katanya curut-curut itu mau pada ngajak nge-mall kan? Dari pada gue balik ke rumah dulu baru ke mall, malah ngabisin ongkos aja, mending nebeng sama lu yang punya mobil."
Lagi, gadis Na itu mencebik. "Hilih, punya laki tajir melintir malah malakin temennya mulu. Mana laki lu?"
"Lagi bimbingan." Jawab Haechan sekenanya, kembali fokus pada laptopnya.
"Bener bimbingan tuh?"
Bukan Jaemin, kini yang bersuara adalah Felix yang baru datang dengan Daehwi di belakangnya yang tengah sibuk berkutat dengan ponsel pintarnya.
Haechan menoleh untuk mengedikkan bahunya, "ga tau deh, percaya aja gue mah. Capek juga kalo tiap hari curiga-curiga gitu."
"Justru kita tuh kadang harus lebih aware loh, Chan." Sambar Daehwi, tanpa permisi menyeruput bubble tea Jaemin yang langsung memekik protes, karma.
Haechan mendengus geli, "kenapa lagi tu anak mukanya ditekuk aja?" Tanyanya seraya menuding Daehwi dengan dagunya kala melihat wajah kusut gadis itu yang kembali berkutat dengan ponselnya.
"Itu tuh, gegara ngeliat Baejin dapat makanan dari anak-anak cheers. Beuh, langsung deh bibirnya maju lima senti, tuh liat." Daehwi langsung mendorong kepala Felix yang tanpa segan menjepit bibirnya dengan jari hingga maju menyerupai mulut bebek.
"Ya coba aja deh, besok kalo kak Bin digenitin kek gitu, pasti bakal kebakaran jenggot dah lu!"
"Ga mungkin, muka cowok gue mah b aja, makanya jangan punya pacar ganteng-ganteng, tuh liat lu sama Haechan, pusing jagain cowok kalian, ya 'kan?" Sontak ia mendapatkan pukulan dari Haechan di lengan.
"Ga juga. Cowok gue gantengnya kek pangeran, tapi gue santai aja." Celetuk Jaemin, kini langsung mendapat dorongan di pelipis dari Daehwi.
"Itu mah lu nya aja yang kelewat cuek. Ga tau aja lu tiap hari si Jeno dikelilingin cewek-cewek gatel macem pengen digaruk pake linggis."Cetus Daehwi yang kemudian melahap tteokbokki Haechan, membuat sang empu dengan sigap langsung menyelamatkan gelas kertas berisi tteokbokki-nya yang ternyata tinggal tersisa beberapa potong saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
