Day 23

1.8K 214 158
                                        

Heyhooo..
Apa kabar sayang-sayangnya aku??
Maafin aku php yaa
Ga jadi mulu up padahal janji ga akan ngilang lama-lama 🥺🙏🏽

Banyak hal terjadi sejak terakhir kali aku update..
Dari mulai batal nikah lagi untuk yang ketiga kalinya, sampe health recovery..

Pokoknya banyak drama banget aku tahun ini wkwkwk..

Semoga kalian masih suka sama book abal ini  ..

Akhir kata,

Happy Reading, Happy Tummy!
ヾ(^-^)ノ




***Day 23***




Entah sudah ke berapa kalinya ia menghela napas, menatap hampa pada hamparan lapangan di depannya. Tak ia hiraukan dering ponselnya yang entah sudah ke berapa kalinya berbunyi, memecah hening. Hingga sebuah tepukan menyadarkan lamunannya, membuatnya menoleh pada sosok gadis yang sama sekali tak asing baginya.

"Bengong mulu, lu. Awas nanti setannya kesambet elu." Kelakar Jaemin yang juga merupakan pelaku tunggal yang membuatnya menghentikan lamun.

Haechan, gadis yang wajahnya ditekuk itu merotasikan bola matanya jengah dengan candaan sahabatnya. "Ha ha ha lucu sekali sobat gesrek ku." Cibirnya, namun Jaemin membalasnya dengan dorongan jari di kening Haechan.

"Ga ikhlas, diem aja deh mending. Tawa lu sumbang. Kenapa sih? Manyun mulu, ga sadar tuh bibir lu udah nyampe gerbang kampus?"

"Bajingan! Lu kira bibir gue apaan, woy?!" Haechan menepuk gemas punggung Jaemin yang sudah mengambil duduk di sampingnya.

"Hehehehe. Serius deh, Chan. Lu kenapa? Kek nya dari tadi pagi gue liat lu banyakan bengongnya. Ada masalah apaan sih, met?"

Haechan melirik sahabatnya jengkel, "mat met mat met. Tolong yaa, di antara kita berempat yang jamet itu cuma lu, eh Daehwi juga deng. Gue mah cewek klasik, anggun, rupawan, menawan."

Kini giliran Jaemin yang meliriknya jengkel, "ngeles mulu lu, bukannya jawab pertanyaan gue dari tadi. Ngaku lu, ada masalah rumah tangga ya sama kak Mark?"

Alih-alih menjawab, elaan napas diberikan Haechan sebagai jawaban. "Ya gitu deh."

Sadar bahwa masalah yang tengah dialami Haechan sepertinya lumayan berat untuk ditanggung gadis itu sendiri, Jaemin mengusap bahunya, membiarkan sahabatnya itu tahu bahwa ia tidak sendiri.

"Kenapa sih? Tuh, orangnya neleponin lu terus, ga mau diangkat?" Dagu menuding ponsel Haechan yang kembali berdering menampilkan satu nama konstan, Mark.

Gelengan kepala diberikan Haechan sebagai jawaban, "Gue lagi males denger suara dia. Bikin sakit kepala."

"Ada masalah apa, sih? Suntuk banget kek nya."

Si gadis Kim menyugar surainya yang sejak tadi menari ditiup sang bayu. "Lu inget mantannya dia?"

Jaemin terlihat berpikir sejenak sebelum mengangguk. "Yang kata lu namanya si Mani--"

"Goblok! Mani mah pejuh, anjir!" Haechan tanpa hati menoyor kepala si cantik.

"Anjir, gue lupa namanya! Mana saya tau, 'kan itu mantannya pacar lu. Lagian ga penting banget, anjir!"

"Mina namanya, lolot! Blo'on, ah. Ga like gue punya temen oon kek lu."

Jaemin hanya mencebik sebal seraya merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah Haechan. "Lagian kenapa sih sama tu cewek? Sampe mulut lu manyun gitu?"

30 Days (MarkHyuck GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang