(terakhir nih dari) Day 2

3.3K 419 54
                                        

Wkwkwk..
Ini Day 2 nya panjang bener yak.. wkwk
Tapi janji dah, abis ini Day 2 nya udah kelar 😂😚🙏🏽

Minta tolong voment-nya, zhayeeeennggg 😘😘😘💚💚💚

MarkHyuck for life~
Wkwkkwk
( ˘ ³˘)♥

-
-
-

"Mana Haechan, Mark?" Tanya Irene begitu ia sampai di meja makan.

"Tidur, kecapekan, Mih." Jawab Mark, mengambil duduk di seberang Mamihnya, mulai membalik mangkuknya untuk mengisi dengan nasi.

"Ya ampun, kasian. Lami nih, masa pacar Kakaknya ditinggal masak sendirian, bukannya dibantuin. Haechan 'kan tamu di sini, masa dibiarin capek sendirian." Lami hanya menunduk dengan wajah tertekuk namun juga merasa bersalah.

"Mark juga, bukannya nemenin pacarnya, malah ngilang gitu aja." Mark tak luput dari ceramahan wanita paruh baya itu.

"Jangan salahin aku, Mih. Papih tuh yang narik aku ke gazebo di taman belakang." Mark mengedikkan dagunya ke arah sang Ayah yang kini tengah menyantap sup dengan khidmat.

"Lah, Papih 'kan cuma mau ngasih wejangan. Lagian ya, kamu tau ga tadi anak kamu hampir mau berbuat di dapur, untung ada saya."

Mark mendelik tak terima, "apaan? Mana ada?! Fitnah aja si Papih. Emang ga boleh meluk pacar sendiri?"

"Meluknya ga masalah, cuma posisinya tadi intim banget. Jangan rusak anak perawan orang, Mark. Dia pacar kamu, harus dijagain, bukan malah dirusak."

Mark menghela napas panjang, "Demi Tuhan, aku ga punya niat buat begitu tadi. Aku juga ga pengen ngerusak Haechan, aku sayang sama dia. Aku ga segila itu, Pih, Mih."

Sang Ayah menepuk pelan bahunya, berusaha meredakan emosi sang Putra. "Iya, Papih percaya kok sama kamu. Tadi Papih cuma mencegah setan buat ngerasukin kamu. Maaf, ya."

Mark tak menjawab, memilih kembali melanjutkan makannya.

"Lah, kak Mark 'kan udah kerasukan, Pih." Celetuk Lami dengan entengnya, membuat sang Kakak melirik malas ke arahnya.

"Kerasukan setan cringey," tambah gadis yang masih duduk di bangku SHS tingkat akhir itu, membuat Mamih ikut tertawa kecil.

"Mamih setuju sama kamu. Tau ga, Pih? Mark jadi cringey banget, aneh liatnya tau. Manja banget lagi ke Haechan." Timpal Irene, membuat Mark memutar bola matanya jengah.

"Masa sih? Mih, ini yang masak sup sama omelette siapa? Enak banget kayak masakan restoran." Suho menyeruput supnya hingga mangkuknya kering, kemudian diisi kembali oleh sang Istri.

"Enak banget 'kan, Pih? Ini tuh yang masak calon Istrinya Mark, Pih. Pinter banget masaknya, kamu pinter nyari pacar, Kak."

Mark tersenyum bangga mendengarnya, dan diam-diam setuju dengan ucapan kedua orang tuanya, masakan Haechan benar-benar enak.

"Mark, kamu serius sama Haechan?" Pertanyaan sang Ayah membuat gerakannya terhenti, kemudian menatap wajah lelaki panutannya itu.

"Kalo ditanya serius, Mark ga pernah main-main kalo pacaran, Pih. Tapi kalo untuk ke jenjang yang lebih serius, kayaknya nanti dulu, deh. Mark mau fokus ngelarin kuliah, terus kerja yang bener, biar kalo ditanya Ayahnya Haechan punya apa buat ngebahagiain anaknya, Mark bisa jawab dengan mantap. Lagian, Haechan juga masih muda, dan kayaknya belum mau berkomitmen buat nikah. Mark sama Haechan sama-sama masih mau nikmatin masa muda dan ngejar cita-cita. Kita juga pacaran belum lama, Pih."

30 Days (MarkHyuck GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang