Yuhuuuuu~
Spadaaa~
Siang ini panas banget demi apa?!
Gimana di rumah kalian??
Di rumahku udah berasa kek neraka bocor 🤧
Aku bahkan cuma tanktop-an sama hotpants-an sepanjang hari ini, AC ku suhu 16°, pasang kipas angin turbo juga di kamar, kulkas di kamar ku buka pintu freezer-nya.. pssstt! Jangan kasih tau mamaku yaa.. wkwkwk.. 😂😂😂
Udah, langsung aja..
Yang belom follow, bisa atuh di-follow dulu.. kasian sepi bener tu angka followers nya 🤧 kasihani hamba, Tuan, Nyonya~
😞
Jangan lupa tinggalkan jejak yaa, cintanya akuuu ( ˘ ³˘)♥
Happy Tummy, Happy Reading!~
Ps. Ini chapter tergaje sepanjang masa 🤧 harap maklum, Neoo amatir parah 😞
-
-
-
-
"Feeling gue mendadak ga enak dah, Kak." Celetuk Jaemin memecah keheningan, keduanya kini sudah di persimpangan jalan dekat dengan komplek perumahan Haechan.
Mark melirik, kemudian menghela kecil, "sebenernya gue juga, Min. Duh, ada apaan ya?"
Jaemin menggeleng sebagai jawaban, kemudian keduanya kembali terdiam, hingga di menit berikutnya ponsel Mark berbunyi, menampilkan nama sang Ibu di sana.
Menepikan mobilnya, membuat Jaemin menatapnya dengan kening berlipat. "Bentar, nyokap gue nelepon." Ujarnya sebelum menekan ikon dial di sana.
"Ya, Mih?"
// "Mark Lee, kamu di mana?" //
Kini giliran kening Mark yang berlipat. Tak biasanya sang Ibu memanggilnya dengan nama lengkap, dan seperti yang sudah-sudah, ia menyadari bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Di jalan mau ke rumah Haechan, Mih. Ada apa?"
// "Nanti malam pulang ke rumah, bareng cewek yang lagi sama kamu. Mamih sama Papih mau ngomong." //
Deg.
Tunggu! Bagaimana sang Ibu bisa mengetahui bahwa saat ini ia tengah bersama Jaemin?
"M-maksud Mamih?"
// "Jangan berlagak pilon kamu, Mamih liat kamu jalan sama perempuan lain dan dia bukan Haechan di Starfield COEX Mall. Jangan kira Mamih ini bodoh ya, Mark Lee." //
Pemuda Kanada itu menggaruk pelipis kirinya, kemudian memijat keningnya. Oh, tidak. Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.
"Oke, Mih. Nanti Mark ke rumah sama dia." Ujar Mark, memilih untuk tak meneruskan perdebatan melalui sambungan telepon, karena bisa jadi masalah itu kian runyam alih-alih terselesaikan. Ia adalah tipikal orang yang lebih suka menyelesaikan masalah dengan metode face to face.
// "Mamih tunggu kalo gitu." //
Beep.
Panggilan diputus sepihak oleh Irene, membuat pemuda itu menghela panjang, dan hal itu sontak membuat Jaemin meliriknya heran.
"Kenapa, Kak?"
Menggeleng, Mark memilih menyimpan ponselnya lagi di dashboard mobil, kembali menjalankan mobilnya.
"Kok muka lu butek gitu, Kak?" Jaemin yang tak puas dengan sebuah gelengan pun kembali mencoba mengulik.
Embusan napas Mark menjadi permulaan sebelum pemuda itu berkata lugas, "Mamih gue liat kita di Mall tadi, dan kayanya beliau salah paham. Jadi, nanti pulang dari rumah Haechan, gue harus ke rumah bareng lu. Ada yang mau beliau omongin."
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
