Haaaiii Zhayeeeennggg cintakuuuu..
Sebenarnya mau up semalem, cuma ketiduran.. wkwkkwk..
Ampuniii cintakuuuu..
(╥﹏╥)
Buat yang lagi sekolah daring, semangat sekolah dulu yaa.. baru baca ff gaje ini wkwk.. ( ˘ ³˘)♥
Oh iya, mungkin ke depannya ff ini akan update dua hari sekali, jadi misal hari ini aku update, besok kayanya aku ga up karena lagi ngetik ff yang lain buat akun utama, terus baru up lagi lusa .. gimana??
Atau nanti deh aku akan update kalo sempet tiap hari.. tapi kalo ga bisa jangan misuh yaa .. (っ˘з(˘⌣˘ )
Udah yuk, lanjut aja.. Neoo banyak bacot (ب_ب)
Happy Tummy, Happy Reading!~
(◍•ᴗ•◍)❤
-
-
-
Haechan tengah menyeruput es bubble tea-nya, sementara matanya menatap datar pada ketiga temannya yang tengah sibuk memerhatikannya bak terdakwa di persidangan.
"Pada ngapain, sih? Gue tau gue cantik, sadar diri kok gue, tapi ga usah juga ngeliatin muka gue dengan tatapan memuja gitu keleeuuss.." akhirnya mulutnya menyemburkan rentetan kalimat penuh rasa kepercayaan diri, membuat ketiganya kompak mendengus kemudian memilih kembali berkutat pada ponselnya masing-masing. Sibuk berbalas pesan dengan pacar masing-masing. Dasar, anak muda zaman sekarang, kumpul tapi dipisahkan oleh gadget.
"Idih, pada kek eek empus semua. Ngapain sih tadi pada nyeret gue kesini?" Kesal Haechan, pasalnya harusnya ia masih harus menyetor 'muka' di rapat Hima, omong-omong gadis itu masuk dalam organisasi BEM. Meskipun hanya menumpang nama karena jarang ikut rapat atau kegiatan lainnya.
Jaemin menjadi yang pertama meletakkan ponselnya di atas meja mereka, kemudian menatap lurus gadis yang merupakan sahabatnya itu.
"Kita pengen lu jujur, Chan." Ujarnya.
Felix menghela napas, kemudian menyimpan ponsel ke dalam tas bahunya, ikut menatap lurus Haechan.
Kening gadis Kim itu berkerut bingung, "Soal?"
"Kak Mark." Ujar Daehwi yang entah kapan menyimpan ponsel ke saku jaket denimnya.
"Kak Mark? Emang doi kenapa?" Haechan balik bertanya membuat Felix berdecak sebal.
"Lu ada hubungan apa sih sama kak Mark?" Tanya gadis pirang itu, membuat lipatan di kening Haechan kian dalam.
"Iya, Chan. Gue tadi pagi dikirimin foto sama Daehwi, lu lagi peluk-pelukan di mobil sama kak Mark. Lu sebenarnya ada hubungan apa sama dia?" Tambah Jaemin.
Kini giliran Haechan yang berdecak sebal, "Kalian tuh amnesia dadakan apa gimana, sih? Kalian lupa kalo gue sama dia itu pacaran?"
"Pacaran gimana maksud lu? Yang kita tau lu cuma kejebak dare yang gue kasih buat kak Mark." Gemas gadis yang akrab disapa Nana itu.
"Nah itu lu inget, Na. Kenapa juga harus nanya, sih?" Haechan menatap sahabatnya itu tak mengerti.
Felix yang kadar kesabarannya tipis pun tak bisa menahan diri untuk tak mengusap wajahnya kasar. "Ya itu 'kan cuma dare ya, anak khampunk! Terus kenapa kalian malah kek.. ugh, gelay banget."
"Iiihh itu sweet tau, Lix." Bantah Daehwi setelah menyeruput es bubble tea-nya.
Haechan memutar bola matanya jengah, "ya terus mau kalian apa sih? Ngomong yang jelas. Jangan kek anak cacingan lu pada ya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
