Day 18 (lanjutannya nih)

2K 236 137
                                        

Sebagai permintaan maaf, double up yaa..

° ͜ʖ ͡ – ✧

Lanjoooottt~
Jangan lupa tinggalkan jejak, cintaaahh
(♥´∀`)/




Happy Tummy, Happy Reading! ~
ヾ(❀╹◡╹)ノ゙

.
.
.





***Day 18***



.
.
.



"Waduuuuhhhh abis ngeronda nih semalem." Celetukan Felix terdengar menjengkelkan di telinga Haechan. Ia yakin, gadis bersurai pirang itu tengah mencibirnya.

Merotasikan bola matanya jengah sebelum membalas, "Bacot, kampang." Sahutnya ketus dengan tangan yang kembali sibuk menari lincah di atas tuts-tuts keyboard.

Kelasnya mendapat tugas kelompok berisikan dua orang di tiap kelompok, dan tentu saja Daehwi takkan melepaskannya begitu saja. Alhasil, kini kedua tetangga itu tengah mengerjakan tugas mereka di salah satu Cafe yang tak jauh dari kampus mereka, ditemani dua sahabat lainnya –Jaemin dan Felix, tentu saja.

Mendengarnya, Jaemin yang semula tengah sibuk menggulir layar ponselnya pada aplikasi lovestagram kini mengalihkan atensinya, bahkan sudah mencondongkan tubuh guna melihat beberapa bercak di perpotongan leher gadis yang merupakan sahabat kentalnya itu, yang luput dari olesan concealer sang empu.

"Ajiiiibbb, maenan fake hospital lu sama kak Mark?" cibir gadis yang kini sudah merubah warna rambutnya menjadi hazel.

Mendengarnya, tangan Haechan secara otomatis mendorong kening yang terlalu dekat dengan lehernya itu. "Asu! Fake hospital apaan, anjir? Kebanyakan nonton bokep, lu!"

Daehwi yang semula tenang –meski di awal sempat jadi tanda tanya bagi ketiga gadis berstatus sahabatnya itu-- kini ikut membagi atensinya, memerhatikan lekat beberapa bercak yang mulai pudar di beberapa titik di leher, ceruk, juga rahang Haechan.

"Anjim! Lu udah unboxing sama kak Mark, Chan?!" pekiknya kaget plus heboh, sontak membuat mereka secara otomatis menjadi bahan tontonan beberapa pengunjung Cafe.

Haechan lantas membekap mulut tetanggannya itu dengan wajah semerah tomat. "Bangsat. Mulut lu kek towa. Ga usah kenceng-kenceng juga, syalan!"

"Beneran udah di-unboxing lu, Ndut?" timpal Jaemin dengan nada berbisik.

Haechan menghela panjang, kemudian dengan ragu mengangguk kecil, membuat ketiga sahabatnya memberikan reaksi kaget masing-masing.

"Anjir, gue kira cuma maen cupang-cupangan doang." Komentar Felix setelah menggelengkan kepalanya dengan gaya kebapakan.

"Iya, anjir. Gue kira juga gitu." Tambah Jaemin, memilih menyandarkan punggungnya pada punggung sofa, menatap Haechan tak percaya.

"Serius lu?" Daehwi kembali mengkonfirmasi, dan Haechan hanya bisa menggaruk tengkuknya canggung.

"Yaa.. gimana ya? Ga sampe jauh kek yang kalian kira, kok. Cuma sebatas.. eumm.. make out. Ga sampe yang begitu." Aku Haechan mencicit, bahkan ia yang dikenal tak tahu takut pun terlihat menunduk dalam, tak berani berbalas tatap dengan ketiga sahabatnya yang tengah menatapnya lekat.

"Gila," Felix menyugar surainya, Jaemin mengusap wajahnya sementara Daehwi menepuk-nepuk pelan bahu Haechan, menenangkan tetangga cantiknya itu.

30 Days (MarkHyuck GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang