Day 17 (nambah)

2.7K 252 135
                                        

🔞🔞🔞
Ninuninuninuuuu
👁️👄👁️

Dosa nanggung masing-masing yaa 😛

Udah di-warning, nih!!

Yang masih belum diatas 18, boleh skip ya, Adik²ku yang gemoooyyy 😚😚

Nanti kalo kalian dewasa sebelum waktunya bisa berabe 🤧

Lanjuuuttt!!

I told ya, it's lil' bit explicit ..

As gift for you, guys 😚😚😚

.
.
.
.

Mark merasakan dingin juga basah di keningnya, membuatnya dengan sedikit memaksa membuka kedua kelopak mata, mendapati Haechan yang tengah mengompres dahinya.

"Udah bangun kamu, Miel? Pusing ya kepalanya?"

"By? Kok kamu di sini? Bukannya ngampus?"

"Males, ah. Dosennya juga ga ada." Kilah Haechan, menutupi maksud sebenarnya dari kedatangannya di apartemen lelakinya.

"Ga apa-apa kalo di-skip kelasnya, By?"

"Iya, bawel amat. Lagi sakit juga rewel aja, heran. Kamu udah makan belum?"

Menggeleng kecil, Mark kembali memejamkan matanya kala kepalanya kembali terasa sakit.

"Bibi Yang ga dateng, By. Lagi ngurusin menantunya lahiran. Jadi ga ada yang masak, aku juga ga sanggup bangun, sakit banget kepala aku."

Berdecak kala mendengar pengakuan Mark, Haechan kembali bersuara, "kenapa ga delivery aja, sih?"

"Ga kepikiran, udah dong ga usah ngomel, aku lagi sakit, nih. Kepalaku sakit banget."

Menghela napas panjang, kemudian kembali merendam kain di dahi Mark dengan air hangat, untuk kemudian ditempelkan kembali di dahi pacarnya.

"Jangan tidur lagi, makan dulu, udah siang, Miel. Tadi aku udah hangatin buburnya, mau bangunin kamu tadi ga tega." Haechan mengelus pipi Mark, membuat sang empu mengerang nyaman.

"Kamu dari kapan di sini emang?" Tanyanya masih dengan mata terpejam.

"Dari pagi, tadi dianter Jenong. Aku udah beberes apartemen kamu, udah cuci baju kamu, udah disetrika juga."

Mendengarnya Mark sontak membuka matanya, menatap gadisnya kaget. "Hah?! Kamu ngapain?"

"Nyuci baju kamu, setrika, sama beberes. Emang kenapa, sih?"

Anjir, 'kan ada daleman gue di mesin cuci sama jemuran. Asuuu, gimana nih? Malu banget gue.

"Heh, kenapa? Kok malah ngelamun? Orang ditanya juga."

"Eum.. g-ga, ga apa-apa, By. Emang kamu ga capek?"

"Ga, kok. Bentar, aku ambilin makan kamu dulu, tadi juga udah delivery obat demam di apotek, nanti diminum ya."

Haechan menutup pintu kamar Mark dengan wajah memerah, seketika teringat saat-saat ia tengah mencuci pakaian pacarnya, ia bahkan harus menutup matanya saat menjemur boxer dan celana dalam Mark. Sungguh, rasanya malu sekali.


Anjiiiiirrr!! Kenapa otak gue ke sana mulu sih ingetnya?! Ga bener nih gue! Kek nya kebanyakan gaul sama Nana dalem, sama Felix gukgukguk, nih.


30 Days (MarkHyuck GS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang