Jangan lupa tinggalkan jejak yaa, cintakuuuu ( ◜‿◝ )♡
-
-
-
Day 2
-
-
-
Haechan tengah mematut diri di cermin full body-nya, memperhatikan dengan lekat pakaian yang menempel di sana.
Menggaruk kepalanya, kala dirasa pakaiannya kurang untuk menunjang penampilannya hari ini.
"Aneh ga sih kalo gue pake dress?" Bergumam, memutar tubuhnya ke kiri dan kanan, memperhatikan casual dress strip putih-biru selutut yang menempel di tubuhnya.
"Tunggu, tu orang bawa motor apa mobil ya? Nanti kalo naik motor gimana?" Dilema, Haechan mendudukkan diri di kasurnya, melihat ke sekeliling kamar yang penuh dengan baju yang berserakan akibat ulahnya.
"Ish, kenapa sih gue harus segininya, padahal cuma mau jalan sama kanebo kering!" Gerutunya, tak habis pikir dengan dirinya sendiri.
Melirik ke jam di mejanya, ia harus bergegas, tak ingin Mark tiba saat dirinya belum siap. Ia malas mendengar ocehan lelaki yang kini resmi menjadi pacarnya selama 30 hari ke depan.
Memungut helai demi helai pakaiannya, kembali melipatnya dengan rapih, dan memasukkannya ke lemari. Setelahnya tangannya meraih ponsel yang sejak tadi diabaikannya, mencari kontak Mark yang didapatnya langsung dari sang empu lantaran lelaki itu sempat mengirimkan pesan padanya malam tadi.
"Halo, Kak?"
// "Apaan?" //
'Cih, ga ada manis-manisnya banget jadi manusia,' batin Haechan sebal.
"Lu ke sini jam berapa?"
// "Jam 9 kurang 10 gue jalan dari sini, 'kan kata lu kebaktiannya mulai jam setengah 10, takut kena macet. Kenapa?" //
"Eh, lu bawa motor apa mobil, Kak?"
// "Apa korelasinya sama kebaktian?" //
"Ga.. itu.. ya pokoknya jawab aja, sih!"
// "Mobil, males gue siang-siang bawa motor, panas." //
"Oh yaudah, gue siap-siap dulu,"
// "Chan," // panggil Mark di ujung line, menghentikan niat Haechan untuk memutuskan panggilan.
"Apaan?"
Elaan napas terdengar, membuat Haechan mengernyit bingung.
// "Nyokap gue minta gue pulang sama lu ke rumah hari ini. Adek gue, yang semalem komen di postingan lu, ngadu ke nyokap, dan alhasil nyokap ngebet pengen ketemu lu, katanya." //
Gadis itu diam, jantungnya mulai berpacu lebih cepat. Ia tidak pernah mengira bahwa hal ini akan terjadi padanya. Di mana ia akan bertemu dengan ibu dari pacarnya, sayangnya pacarnya ini adalah lelaki yang sama sekali tak ia sukai. Bagaimana jika orang tua Mark mengira bahwa mereka saling mencintai dan malah meminta untuk lanjut ke jenjang yang lebih serius? Oh, tidak! Itu mimpi buruk.
// "Chan," //
"Eh, a-ah.. oke, Kak."
// "Beneran?" // Haechan mendengar nada suara Mark sedikit lebih bersemangat dari tadi, membuatnya tanpa sadar tersenyum tipis seraya menganggukkan kepalanya, lupa jika Mark tidak bisa melihatnya, mengingat ini bukan panggilan video.
"Iyaa.. udah, buruan jalan! Udah jam 9 kurang 10 tuh." Haechan sempat melirik jam di mejanya.
// "Oke, gue jalan ya." //
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
