Tadinya ga mau up sekarang, biar besok aja sekalian malming.. tapi berhubung besok aku mau divaksin dan takut nge-drama tangan kebas atau bengkak setelah disuntik pak dokter, jadinya sekarang aja deh.. sekalian buat amunisi..
Aku ga bisa janji besok up lagi, yaa.. ya soalnya kek yang tadi aku bilang, aku tuh orangnya suka nge-drama, badanku lemah mental yupi 🤧
Tapi, doain aja supaya aku fit² aja pasca divaksin yaa biar bisa tetep up malem minggu.. amiiiinnnn.. hehehe..
Zhayeeeennggg cintakuuuu, minta tolong voment-nya yaa 😘😘😘
Makasih banyak buat yang udah baca dan support ff ini, ai lop yu puuulll
( ˘ ³˘)♥
Kalo boleh, sekalian ngemis difollow aku tuh.. wkwkwk 😂🤧
Udah, kebiasaan banyak bacot banget si Neoo mah..
Oh iya, mau saranin aja, nih..
Chapter ini agak panjaaaaaangggg dan membosankan, jadi silahkan nyari posisi enak buat baca wkwk..
Happy Tummy, Happy Reading!~
( ◜‿◝ )♡
-
-
-
Sepertinya untuk hari ini Mark takkan berhenti merutuk, setelah tadi pagi merutuki apa yang diucapkannya pada Haechan semalam, lalu tadi sempat merutuk karena lupa jika ia memiliki janji dengan pak Leeteuk ---Dosen pembimbingnya--, dan sekarang ia lupa jika harus menjemput pacarnya di rumah untuk kemudian mengantarkannya ke kampus.
Lima menit yang lalu gadis itu meneleponnya, menanyakan posisinya dan merengek bahwa ia hampir terlambat masuk kelas.
Kini lelaki tampan itu sedang mengendarai motor sport milik Jeno dengan kecepatan yang luar biasa di atas batas, seakan tengah berlomba dengan waktu, tak peduli jika nyawanya dan pengemudi lain terancam.
Sementara itu di kediaman keluarga Kim, seorang gadis cantik nampak tengah menekuk wajahnya sebal, ia sudah hampir terlambat. Ia kira Mark tidak lupa untuk menjemputnya, namun nyatanya lelaki itu hanyalah manusia biasa yang tak luput dari yang namanya lupa.
Kurang dari dua puluh menit lagi kelasnya dimulai, ia menghitung dalam hati, sesekali melongok ke luar pagar guna melihat apakah mobil lelaki itu sudah terlihat di ujung jalan atau belum.
Saat hendak berbalik kembali ke teras rumah, ia dikejutkan oleh suara klakson, membuatnya sontak menoleh dan mendapati Mark yang membuka kaca helm full face-nya. Itu motor Jeno, ia sangat menghapal motor pemuda bermata kecil yang merupakan sahabat kentalnya itu.
"Chan, buru." Seru Mark tak turun dari motor, namun gurat paniknya tergantikan oleh pias kala melihat gadisnya menekuk wajah.
"Aku pake rok loh, Mark." Sungutnya, namun tetap menghampiri pacarnya.
Lelaki itu melepas helm-nya, dan Haechan bisa melihat ekspresi bingung di wajah pacarnya itu.
"Yah, terus gimana dong, Chan? Aku takut ga keburu kalo pake mobil, makanya tadi pinjem motornya si Jeno."
"Yaudah deh bentar, aku ganti celana dulu,"
Namun belum sempat Haechan berbalik, lengannya di tahan oleh Mark, membuatnya mengerutkan kening kala melihat pemuda itu malah melepas kemeja luarnya.
"Sinian," titahnya, yang langsung diturutinya tanpa protes.
Dan gadis itu tak bisa menahan rona di kedua pipinya kala melihat kemeja itu sudah dililitkan di pinggangnya, bagian punggung kemeja menutupi bagian depan roknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
30 Days (MarkHyuck GS)
FanfictionDalam waktu 30 hari apapun bisa terjadi, bahkan pada sepasang insan yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.. kisah Mark Lee dan Kim Haechan yang penuh warna dimulai~ Semi baku // non-baku bxb // gs Haechan gs Jaemin gs Daehwi gs Felix gs MarkHyuck ...
