"Kita pernah ketemu gak sih sebelumnya?"
🍁🍁🍁(2020)
"KAK!"
"KAKAK YANG PAKAI JAKET KAOS PUTIH POLOS!"
Jun berhenti. Itu pakaiannya, Jun lalu kembali meneliti pakaian yang di pakainya.
Benar, persis dengan apa yang di teriakan tadi. Tapi siapa yang memanggil?
"KAK!"
Jun benar-benar berhenti saat itu. Rasa-rasanya memang panggilan itu ditujukan padanya. Dia melihat jam di tangannya, dia buru-buru harus cepat-cepat ke kampus untuk membawa sebuah buku.
Tapi sepertinya, panggilan itu lebih penting, maka dari itu Jun memutuskan untuk berhenti sejenak dan mengedarkan pandangannya.
Mencari-cari siapa yang memanggil dan penasaran dengan apa maksudnya.
Mata Jun lalu menangkap sosok karyawati terengah-engah, matanya jelas menatap Jun. Jun langsung mengira bahwa yang meneriaki ciri-cirinya tadi itu adalah karyawati tersebut.
"Kak, dompetnya ketinggalan."
"Ah iya makasih banyak."
Benar, Jun tidak sangka dia berlari mengejar Jun yang waktu itu mau pulang habis makan di restoran.
"Eh tunggu, ini."
Jun cepat-cepat mengeluarkan selembar uang Seratus ribu dari dompetnya. Perempuan itu malah tersenyum sambil menolak dengan cara yang ramah.
"Gak usah Kak, gakpapa kok. Lagian saya gak ngapa-ngapain juga."
Perempuan itu pun langsung pergi tanpa menerima pemberian dari Jun.
"Masih banyak ternyata, orang-orang yang baik."
"Rumahnya di sebelah mana mba?"
Jun sesekali melihat ke arah jok belakang mobilnya. Iya, Jun tadi menolong seorang perempuan, lalu berinisiatif untuk sekalian mengantarnya pulang, karena memang posisinya dia membawa banyak barang.
"Sebentar lagi sampai Kak."
Perempuan itu tersenyum lagi. Sementara Jun hanya mengangguk-ngangguk tanda mengerti.
Wajah perempuan ini mengingatkan Jun pada satu tahun yang lalu, dimana dia hampir kehilangan dompet di sebuah restoran.
Kenapa hampir kehilangan? Karena dompetnya langsung di kembalikan oleh karyawati restoran tersebut. Dan karyawati nya itu mirip sekali dengan perempuan yang sekarang ada di mobil Jun.
Dia bahkan berusaha untuk mencocok-cocok an puzzle memori di dalam otaknya, Namun nihil.
"Kita pernah ketemu gak sih sebelumnya?"
Jun mengutarakan pertanyaan nya, siapa tau jika memang benar, perempuan ini yang mengingatnya.
"Maaf Kak, ketemu di mana ya?"
Seingat Perempuan itu, memang tidak. Perempuan itu baru saja bertemu hari ini dengan Jun.
"Btw, santai aja. Gak usah panggil Kak, kita keknya seumuran."
Ucap Jun mencoba memutus kecanggungan diantara mereka. Jun benci kecanggungan, dia tidak mau kalau orang yang sedang berbicara dengan nya merasa canggung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Beda
FanfictionPertemuan itu, entah memang disengaja atau justru sudah menjadi takdirnya? Zalfa tidak tau apa rencana Sang Pencipta dibalik itu semua. Tuhan memang lebih tau apa yang terbaik untuk Ciptaan-Nya, namun kalau-kalau semua sudah terjadi dan melewati bat...