Keyakinan;

41 6 1
                                    

"Gue gak tau ada di pihak mana, tapi yang jelas, gue gak mau ada pihak manapun yang tersakiti nantinya."

🍁🍁🍁

"Jun, gue mau minta maaf."

Jam kantor sudah berakhir, semua karyawan dan karyawati sudah mulai melangkahkan kaki mereka menuju tujuan masing-masing. Namun berbeda dengan David juga Yoshi, setelah ngebut membereskan peralatan mereka, David dan Yoshi cepat-cepat ke ruangan Jun.

Jun tersenyum dengan hangat, "Santai Dav, gue ngerti maksud lo kok."

"Kalian berantem? Kayak bocah aja."

Celetuk Danny yang tidak sengaja melewati ruangan kerja Jun.

"EH EH KAK, NEBENG DONG!"

"Gue tunggu di parkiran, jangan lama. Selesai in dulu urusan kalian para bocah."

Danny kembali melangkahkan kakinya. Sementara David dan Yoshi masih menatap Jun.

"Ngapain lagi anjir? Udah gue maafin."

Ucap Jun.

"Beneran? Nanti boong lagi lo nya."

Ucap David.

Dia memanyunkan bibirnya, dialah David. Sifat anehnya kembali lagi.

"Mas Jun, Mas Yoshi, Mas David aku duluan ya?"

Itu Greysia, sudah menenteng tas kerja warna merahnya. Tatapannya tertuju pada Jun, Yoshi dan David.

"Oke."

"Hati-hati Grey."

Yoshi melambaikan tangannya lucu.

"Jangan sampe kesandung di jalannya."

Jun mendorong kepala David asal. Emang dasar David, kalau bicara itu selalu receh. Yoshi yang melihat itu tertawa.

Tanpa lama lagi, Greysia keluar dari ruangan itu. Perlahan menghilang dari pandangan ketiganya. Kini tersisa Jun, Yoshi dan David yang masih saja mematung.

"Udah ah, ayo pulang anjir."

"Ya ayo, lagian siapa yang nyuruh nginep disini?"

"Gak ada."

Jun, Yoshi dan David akhirnya sama-sama melangkahkan kaki untuk ke parkiran bersama. Setelah meminta maaf, David jadi tenang. Dia tidak patut emosi seperti saat makan siang tadi pada Jun. Begitu juga dengan Jun, Jun kira David akan marah kepadanya, karena perkataannya tadi. Namun nyatanya, David tetaplah David yang dulu.

Yang selalu meminta maaf dan merasa tidak enak ketika ada canggung diantara mereka. Jun mengerti maksud David baik, maka dari itu dia akan kembali memikirkan apa yang baik untuk Jun ataupun Zalfa kedepannya.


***

David melihat jam di tangannya, menunjukan pukul lima lebih tiga puluh menit. Matanya menatap ke sekeliling restoran, mencari-cari Zalfa.

"Gimana sih? Kata si Jun, Zalfa pulang jam lima."

Yoshi ikut mencari-cari Zalfa. David hanya melipat tangan di dadanya, berdiri tepat di hadapan Yoshi yang sekarang malah berjongkok di sebrang jalan raya.

BedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang