Bertemu Mama;

44 7 0
                                        

"Kamu cantik sekali.."

🍁🍁🍁

"Aku duluan ya Zal."

Sinta melambaikan tangan ke arah Zalfa. Zalfa hanya mengangguk, sebenarnya kalau tidak menunggu seseorang Ia juga pasti akan langsung pulang bersama Sinta.

Tapi, karena sekarang Zalfa tengah menunggu Jun terlebih dahulu, jadinya dia diam di depan restoran.

Kemarin malam, Jun membujuk Zalfa agar ia mau main ke rumah nya dan bertemu dengan Mama. Awalnya seperti biasa, Zalfa sempat menolak karena memang selain merasa gugup, ia juga berpikir kalau ini pertama kali baginya untuk datang ke rumah orang yang kastanya lebih tinggi dari Zalfa.

Entah kenapa, Zalfa selalu menganggap bahwa masalah kasta itu memang sesuatu yang tidak bisa di anggap remeh.

Namun, karena bujukan Jun yang juga menenangkan Zalfa itu, akhirnya Zalfa pun luluh dan mau menemui Mama nya Jun.

Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan Zalfa. Kaca samping nya terbuka, menampilkan Jun yang tengah tersenyum hangat menyambut dirinya. Zalfa yang melihat itu hanya terkekeh, harus Zalfa akui, Jun itu memang begitu manis.

"Masuk ya Jun?"

Zalfa ragu-ragu jadi dia tidak langsung masuk, melainkan bertanya terlebih dahulu.

"Gak usah, diem aja disitu, sampe besok. Sampe lumutan kalo bisa."

Zalfa melotot mendengar itu, namun sehabis mengatakan itu Jun menghela nafas, "Ya masuk dong sayang."

Zalfa hanya terkekeh, lalu membuka pintu dan masuk dengan perlahan.

Saat sudah di dalam, Zalfa kembali di sambut lagi. Kini oleh tangan Jun yang mengusap lembut puncak kepala Zalfa.

"Langsung ke rumah ya?"

Jun sudah mau mulai menyalakan mesin mobilnya. Namun terhenti karena perkataan Zalfa.

"Aku pengen mandi dulu."

"Astaga gak usah, nanti keburu malem."

"Tapi aku kotor Jun."

Jun meneliti Zalfa, bahkan hidungnya mengendus-ngendus ke arah Zalfa.

"Gak bau, udah gakpapa. Mama gak akan liat Kamu kotor apa ngga nya kok. Lagian dia udah tau kalo Kamu baru kelar kerja."

Tetap saja, penampilan itu mewakili semuanya. Zalfa sebenarnya mau bersih-bersih dulu, agar lebih baik ketika nanti bertemu dengan Mama nya Jun. Tapi Jun juga malah keukeuh seperti itu, jadi Zalfa tidak punya pilihan lain.

Jun mulai lagi menyalakan mesin mobilnya, setelah nyala dengan perlahan mobil itu melaju, menuju rumah Jun.

"Aku gerogi Jun.."

Zalfa berulang kali meremas satu sama lain jarinya. Udara di sekitar pun menjadi terasa menjadi lebih dingin. Jun yang tengah menyetir sesekali menoleh ke arah Zalfa terus tersenyum.

"Tenang aja, jadi diri sendiri oke? Dan satu hal yang perlu kamu tau."

Zalfa yang gerogi itu menatap Jun, Zalfa sangat takut kalau Mamanya Jun tidak menerima dirinya dekat dengan Jun.

"Mama ku bukan binatang buas yang sekalinya liat daging segar kek kamu langsung di gigit dan dimakan dengan sadis."

Jun refleks tertawa setelah mengatakan itu, sementara Zalfa refleks memukul pelan bahu Jun. Ada-ada saja memang.

BedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang