Peringatan;

38 8 38
                                    

"Mama juga gue suka sama Zalfa, tapi dia gak mungkin buat lo Jun."

🍁🍁🍁

"Jun."

Danny menatap arloji di tangannya. Menunjukan pukul enam lebih dua puluh menit. Dan mereka masih berada di kantor.

"Apa?"

"Pulang bareng ya? Ada sesuatu yang mau gue omongin."

Ucap Danny sambil membereskan semua barang-barang di kantornya. Jun mengernyitkan dahi, "Ngomong bisa di rumah kali?"

Danny mendatarkan wajahnya, "Maksud gue biar lo gak keluyuran dulu ke Taman. Entar lama lagi."

Jun cengengesan, tangannya menepuk bahu Danny tidak santai. "Oke deh, kebetulan. Gue juga gak bawa mobil."

Jun sudah lebih dahulu menenteng tas kerja nya, lalu melangkahkan kakinya sampai ke ambang pintu.

"Gak ngejemput Zalfa kan?"

Danny ikut melangkahkan kakinya, menghampiri Jun. Jun menggeleng, "Dia gak suka kalo gue anter jemput, gak nyaman katanya."

Danny mengangguk-nganggukan kepalanya, "Dia baik ya? Gak mau ngerepotin lo."

Jun tersenyum, matanya menatap langit-langit ruangan yang luas itu, "Iya, gue beruntung punya dia."

Danny tersenyum simpul melihat tingkah Jun. Danny benar-benar tidak ingin senyum di wajah adiknya itu pudar, namun dia tidak punya pilihan lain. Ini menyangkut silsilah keluarga dan kedepannya akan seperti apa.

"Bukan lo aja kali yang beruntung,"

Jun dan Danny akhirnya sama-sama melangkahkan kakinya keluar dari ruangan kerja. Menuju ke parkiran, untuk pulang ke rumah.

"Emang lo beruntung karena apa?"

Tanya Jun.

"Karena punya Chelsea."

Jawab Danny.

Chelsea, sosok klub bola.

CANDA IH-author.

Chealsea, sosok perempuan yang sudah menjalin hubungan dengan Danny sejak dua tahun lalu. Sosok perempuan yang Danny temui pertama kali di Gereja, saat ia tengah beribadah rutinan bersama keluarganya.

"Lo wajar sih ngerasa beruntung, tapi Kak Chelsea rasanya malah ngerasa buntung ngedapetin orang macam lo Kak."

"Sialan! Gak gue bawa pulang baru tau rasa lo!"

Danny menjitak kepala Jun tanpa perasaan. Sementara Jun tertawa terbahak-bahak lalu menggandeng tangan Kakaknya itu.

"Iya-iya maafin. Kalian serasi kok, semoga cepet married ya."

Danny terkekeh, "Hehehe, iya amin. Gitu dong, nanti kan lo punya kakak ipar yang cantik. Tapi jangan lo godain awas."

"Gue bukan pelakor kali."

***

"Danny pulang."

"Jun ganteng juga pulang."

BedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang