Dipecat;

32 5 6
                                    

"Saya gak bisa mertahanin lagi kamu Zal."

🍁🍁🍁

"Haaaah, akhirnya selesai juga."

Jun tersenyum, mulai merenggangkan badannya seperti biasa. Ia benar-benar lelah hari ini, pekerjaannya dan pekerjaan Greysia begitu banyak. Oh iya, Greysia. Jun menoleh ke arah Greysia yang sekarang masih berkutat dengan laptopnya.

"Belum beres Grey?"

Tanya Jun.

Ia beranjak, kembali merenggangkan kakinya dan perlahan berjalan hendak menghampiri Greysia.

"Iya nih Mas, sedikit lagi beres."

Jawab Greysia.

Greysia sebenarnya ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan nya itu. Terlebih istirahat makan siang sudah di mulai dari dua menit yang lalu. Greysia sudah berniat untuk mengajak Jun ke restoran kemarin untuk makan siang bersama.

"Boleh gue cek?"

Tanya Jun.

Greysia yang sebelumnya tidak menyadari kalau Jun akan menghampiri meja kerjanya sedikit terkejut karena sekarang wajah Jun berada tepat di samping wajah Greysia.

"I-iya Mas, s-silakan."

Greysia agak tergugup, sementara Jun tersenyum lalu mulai melihat apa yang sudah Greysia kerjakan. Mata Greysia tidak henti menatap wajah Jun yang dekat dengan wajahnya itu, kesempatan berdekatan itu tidak di sia-siakan oleh Greysia.

"Bagus, lanjutin ya?"

Setelah melihat pekerjaan Greysia, Jun mengacungkan dua jempolnya lalu perlahan kembali ke meja kerjanya.

"Baik Mas."

"Gak perlu takut gak bisa istirahat, habis ini kamu bisa istirahat sepuasnya, soalnya itu kerjaan yang terakhir."

Greysia mengangguk lega, dia kira dirinya tidak bisa beristirahat.

"TOK TOK TOK"

"Masuk."

Suruh Jun pada seseorang yang baru saja mengetuk pintu

Pintu terbuka, membuat Jun dan Greysia menoleh pada Danny yang ternyata barusan mengetuk pintu.

"Ngapain lo Kak?"

Tanya Jun.

Danny terlihat tersenyum pada Greysia, "Grey, masih sibuk nih?"

Greysia yang di berikan senyuman plus pertanyaan itu menoleh sebentar, "Hehe, iya nih Pak."

"Jun."

Kini pandangan Danny beralih pada Jun yang daritadi sudah menatap nya.

"Lo pulang bareng David sama Yoshi ya?"

"Lah kenapa anjir?"

Jun terlihat sudah mau merengek. Bukan apa-apa, Jun berangkat bersama Danny, otomatis pulang juga harus bersama Danny. Tapi ini Danny malah menyuruh dia pulang bersama David dan Yoshi yang jelas-jelas beda arah jalan rumah.

BedaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang